PADA TAKDIR YANG MEMBAWAMU

PADA TAKDIR YANG MEMBAWAMU

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 22, 2019
Awalnya, kukira kau adalah obat yang dikirim untuk menyembuhkan luka hatiku. Pada setiap janji dan kebahagiaan yang kau berikan, membuatku semakin yakin bahwa kau ditakdirkan untuk melengkapi separuh hidupku. Namun, ternyata salah. Kau hanya dikirim Tuhan untuk memberikan pelajaran yang berharga bagiku. Nyatanya, kau bukan untukku. Bukankah sekeras apapun aku mengusahakanmu kau tetap takkan pernah menjadi milikku? Aku belajar menerima bahwa aku bukanlah orang yang kau inginkan, dan suatu saat nanti kau juga harus bisa menerima bahwa kau sudah kuhilangkan dari hatiku
All Rights Reserved
#464
komitmen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulip
  • My Heart
  • My Friend Is My Love
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Promise
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
Tulip

Tobi seorang mahasiswa psikologi yang bercita-cita menjadi psikiater handal dan Tulip gadis cantik seorang karbol air force academy dipertemukan di sebuah kafe yang menjadi cikal bakal sejarah cinta mereka. Perbedaan sistem pendidikan membuat kisah cintanya harus berjalan LDR, menanti momen bahagia ketika dapat melihat wajah riang dan senyum manis di pipinya. Penantian yang tak berujung dari romantika yang begitu di dambakan, Harmonisasi kebahagian dari senyum di ujung pipinya dan rona merah saat dirinya tersipu. Berharap semua berjalan sesuai ekspetasi dari situasi yang telah di telan bumi. Aku dan dia dari sejarah cinta tanpa kepastian. Bersikukuh untuk mencintai dia yang telah tiada walau ku tahu terus mencintaimu adalah patah hati yang aku ciptakan sendiri. Aku tahu hatiku tak akan pernah sama lagi, tapi aku akan baik-baik saja. Terima kasih telah menabur benih kebahagiaan dalam hidupku, terima kasih karena telah menjadi alasanku untuk berjuang. Semua momen ini membuatku yakin bahwa pertemuanku dengannya bukanlah kebetulan melainkan takdir Tuhan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines