Say No to Plastic! [✓]

Say No to Plastic! [✓]

  • WpView
    Reads 547
  • WpVote
    Votes 125
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Tue, May 28, 2019
Story by kazza_05 ©2019 #WritingContest Plastik adalah limbah terbesar yang tersebar di seluruh dunia. Tidak hanya Indonesia, tapi negara-negara maju, berkembang, maupun negara besar dan kecil, semua mempunyai masalah tersendiri dengan limbah plastik yang dihasilkan setiap harinya. Meski penggunaan yang praktis, murah, dan tahan lama menjadi nilai tambah adanya plastik, tapi banyak masalah yang dihasilkan dari hal tersebut. Plastik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya dan pasti akan hancur dalam keadaan yang sama. Sebelum Indonesia menjadi lautan limbah, aku ingin mengajak semua teman-teman peduli pada gerakan Say No to Plastic! Aku tahu itu tidak mudah jika mengingat pola pikir yang saling berbeda satu sama lain, tapi aku akan terus berusaha melakukannya! Ikuti ceritaku dalam berusaha menggerakkan Say No to Plastic ini, ya! Go cek!
All Rights Reserved
#17
gerakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Save Us (Tersedia di play store)
  • please stop it!! [Ending]
  • Breathe
  • Mengapa Selalu Aku Yang Disalahkan? 🥀 (Countryhumans AU)
  • Twin's [END]
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • Rumah Untuk Lingga (Completed)
  • Escape (Completed)

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines