Story cover for Heart Therapy by MutiaraNsh
Heart Therapy
  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published May 21, 2019
Ini bukan sebuah cerita.
Bukan juga sebuah kisah romansa yang mengharu biru.
Ini hanya sebuah tulisan sederhana yang lahir dari keresahan-keresahan dalam hidup.

Aku, kamu, kita semua barangkali memiliki keresahan yang sama, 
maka aksara-aksara dalam tulisan ini siap mengulurkan tangannya untuk membantumu
kembali melangkah dengan hati yang lebih kuat, perasaan yang lebih baik, juga pikiran yang lebih jernih.
All Rights Reserved
Sign up to add Heart Therapy to your library and receive updates
or
#330selfreminder
Content Guidelines
You may also like
Coretan Sera (HIATUS)  by saharahaa
5 parts Ongoing
Sera, seorang gadis muda yang selalu menemukan kebahagiaannya dalam keramaian dan interaksi sosial, perlahan menyadari bahwa ia telah mengorbankan kebahagiaan pribadinya demi orang lain. Sejak kecil, ia percaya bahwa kebahagiaan sejati datang dari dikelilingi oleh banyak orang, dari menjadi pusat perhatian, dan dari memberikan segala yang ia miliki untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Namun, keyakinan itu mulai runtuh ketika ia merasakan pahitnya kenyataan bahwa sebagian besar dari "teman-teman" itu hanya datang saat mereka membutuhkan, meninggalkan Sera sendirian saat badai kehidupan menerjang. Kesendirian yang ia rasakan di tengah keramaian menjadi lebih menyakitkan daripada kesendirian yang sesungguhnya Dalam keputusasaan, Sera teringat akan nasihat ibunya: "Setiap masa pasti ada orangnya; dan setiap orang pasti ada masanya." Nasihat ini, yang dulu hanya ia anggap sebagai kalimat bijak biasa, kini mulai menemukan makna yang mendalam. la mulai bertanya-tanya, apakah masanya untuk belajar mencintai diri sendiri telah tiba? Apakah orang yang paling penting di dalam hidupnya adalah dirinya sendiri? la menarik diri sejenak dari hiruk pikuk, mencoba memahami siapa dirinya tanpa label-label yang diberikan orang lain. la belajar mengatakan "tidak" tanpa rasa bersalah, menetapkan batasan, dan memprioritaskan kesehatan mentalnya. Proses ini tidaklah mudah. Ada rasa takut kehilangan, rasa bersalah, dan kecanggungan di awal. Namun, dengan setiap langkah kecil, Sera menemukan secercah cahaya. la mulai melakukan hal-hal yang dulu ia tunda demi orang lain: membaca buku yang ingin ia baca, menjelajahi tempat baru sendirian, dan menulis jurnal untuk mencurahkan isi hatinya. Dalam kesendirian yang ia peluk, ia menemukan sebuah keheningan yang menyembuhkan, sebuah kedamaian yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. la menyadari bahwa "kita hanya membutuhkan keheningan untuk mempertahankan jiwa yang waras, di tengah dunia yang sangat keras."
DAMIAN  by SaniaIqbal6
73 parts Complete
⚠️ CERITA INI MENGANDUNG KEKERASAN SEKSUAL, MENTALHEALTH, SELFHARM, CACIAN DAN KATA-KATA KASAR. TOLONG BIJAK DALAM MEMBACA! Sudah end, belum direvisi! Awalnya kehidupan Keisya Amanda hanyalah kehidupan remaja pada umumnya. Ia gadis yang ceria, dan suka menebar keramahan dengan semua orang. Tak ayal jika banyak orang yang kagum padanya, tak terkecuali Damian-pacarnya yang kerap dibuat jatuh cinta berkali-kali dengan gadis itu. Sayang, semua itu berubah sejak pernikahan sang ibu dengan majikannya. Bukan kebahagiaan karena telah memiliki keluarga yang lengkap, justru Keisya selalu terluka dengan keberadaan abang tirinya, yang sialnya adalah pacarnya sendiri. Lelaki yang ia cinta, kini berdalih menjadi saudara tirinya. Hidup Keisya hancur lebur, ia putus asa dan tersiksa dengan jeratan lelaki itu. Damian, sama sekali tak membiarkan dirinya menyungging senyuman barang sejenak saja. "Sebenarnya apa mau kamu, Damian?" "Gue mau lo menderita sampai mau mati, dan lo dipandang rendah dan kotor oleh seluruh dunia. Bahkan kematian lo nanti, gue mau lo dikenang sebagai perempuan jorok dan hina." "Gue harap lo mati secepatnya, Kei. Karena dunia dan gue sudah menunggu kepergian lo dengan sukacita." Rank 3 #bipolar (6 Januari 2024) Rank 8 #mentalhealth (12 Januari 2024) Rank 2 #Damian (25 Januari 2024 ) Rank 1 #Keisya (14 Februari 2024 ) Rank 3 #Gila (17 Februari 2024) Rank 1 #Saudara (18 Februari 2024) Rank 7 #Trauma (25 Februari 2024) Rank 3 #Mentalhealth (1 Maret 2024) Rank 6 #Bipolar (7 Maret 2024) Rank 5 #Bipolar (27 Maret 2024) Rank 6 #Kekerasan (1 April 2024) Rank 7 #Bipolar (3 April 2024) Rank 4 #Bipolar (4 Juli 2024) Rank 5 #Thiller ( 12 Juli 2024 ) Rank 1 #Thiller (16 Juli 2024) Rank 1 #Sick (5 September 2024) Rank 1 #mentalhealth (9 September 2024) START : 1 JANUARI 2024 FINISH : 29 JULI 2024
You may also like
Slide 1 of 9
Coretan Sera (HIATUS)  cover
Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END cover
BAHAGIA [Open PO] cover
... cover
Hopeless cover
Letters for Self cover
Kamu berharap apa? cover
Self Injury's(complete)✔ cover
DAMIAN  cover

Coretan Sera (HIATUS)

5 parts Ongoing

Sera, seorang gadis muda yang selalu menemukan kebahagiaannya dalam keramaian dan interaksi sosial, perlahan menyadari bahwa ia telah mengorbankan kebahagiaan pribadinya demi orang lain. Sejak kecil, ia percaya bahwa kebahagiaan sejati datang dari dikelilingi oleh banyak orang, dari menjadi pusat perhatian, dan dari memberikan segala yang ia miliki untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Namun, keyakinan itu mulai runtuh ketika ia merasakan pahitnya kenyataan bahwa sebagian besar dari "teman-teman" itu hanya datang saat mereka membutuhkan, meninggalkan Sera sendirian saat badai kehidupan menerjang. Kesendirian yang ia rasakan di tengah keramaian menjadi lebih menyakitkan daripada kesendirian yang sesungguhnya Dalam keputusasaan, Sera teringat akan nasihat ibunya: "Setiap masa pasti ada orangnya; dan setiap orang pasti ada masanya." Nasihat ini, yang dulu hanya ia anggap sebagai kalimat bijak biasa, kini mulai menemukan makna yang mendalam. la mulai bertanya-tanya, apakah masanya untuk belajar mencintai diri sendiri telah tiba? Apakah orang yang paling penting di dalam hidupnya adalah dirinya sendiri? la menarik diri sejenak dari hiruk pikuk, mencoba memahami siapa dirinya tanpa label-label yang diberikan orang lain. la belajar mengatakan "tidak" tanpa rasa bersalah, menetapkan batasan, dan memprioritaskan kesehatan mentalnya. Proses ini tidaklah mudah. Ada rasa takut kehilangan, rasa bersalah, dan kecanggungan di awal. Namun, dengan setiap langkah kecil, Sera menemukan secercah cahaya. la mulai melakukan hal-hal yang dulu ia tunda demi orang lain: membaca buku yang ingin ia baca, menjelajahi tempat baru sendirian, dan menulis jurnal untuk mencurahkan isi hatinya. Dalam kesendirian yang ia peluk, ia menemukan sebuah keheningan yang menyembuhkan, sebuah kedamaian yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. la menyadari bahwa "kita hanya membutuhkan keheningan untuk mempertahankan jiwa yang waras, di tengah dunia yang sangat keras."