We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
JUST A MEMORY

JUST A MEMORY

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 3, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
"cinta nggak harus memiliki kan bun?" tanya Axel kepada bundanya,lalu bundanya pun terdiam atas perkataan anaknya itu,ia tidak pernah berpikir akan anaknya yang menanyakan hal seperti itu. pikir bunda Axel terus menjauh 'sejak kapan Axel menjadi anak yg tidak cuek dan tidak dingin seperti ini'batin bunda Axel. Axel,lebih memilih cinta dalam diam dari pada yang lain,entah mengapa dari dulu ia lebih memilih dengan cara diam seperti ini,akankah cinta Axel akan terjawab?,kita tunggu kisah selanjutnya
All Rights Reserved
#35
apaini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • Sabda
  • Mencintaimu Dalam Diam
  • Cinta pertama Dosen duda (End)
  • Azeleonard
  • ME VS PARA MANTAN
  • Istri Kedua

Dilamar karena saling mencintai ✖ Dilamar karena mendoakan saat bersin✔ ** Najla tidak pernah mengira kalau mendoakan seorang Adam Rayyan Rizqullah ketika lelaki itu bersin akan berakhir dilamar. Gadis yang belum move on dari mantan kekasihnya itu dibuat bingung. Antara menerima lamaran dari Adam atau menunggu Alan kembali yang entah pergi ke mana. Di mata Najla, Adam memiliki sebuah kelebihan dan sesuai kriteria suami idamannya. Apa itu? Kelebihan Adam adalah duda! Iya, kalian tidak salah baca. Najla, gadis absurd yang memiliki kriteria suami idaman seorang duda. Aneh, bukan? Keinginannya menikah dengan duda sudah mendarah daging, bahkan kedua sahabatnya didoktrin agar memiliki kriteria yang sama. Akankah Najla menerima lamaran dari Adam dan melupakan masa lalunya? ** "Adek saya masih kecil," ucap Lettu Ammar "Saya tau," jawab Mayor Adam enteng. "Dia gengsian." "Saya akan belajar untuk peka." "Dia suka marah-marah." "Sebisa mungkin saya tidak memancing amarahnya." "Ilmu agama yang dia tau tidak sedalam itu." "Akan saya santriwatikan adekmu dengan saya yang menjadi guru privatnya." "Dia manja." "Akan saya turuti semua inner child-nya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines