We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
 EDSYA [END]

EDSYA [END]

  • WpView
    Reads 1,123
  • WpVote
    Votes 149
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Danisyaa!!" teriak Edgar saat melihat Danisya jatuh di pinggir lapangan. Edgar berlari menghampiri Danisya dengan kecepatan penuh. "Syaa! Bangun Sya!" ujar Edgar sambil menepuk pipi Danisya. Tak kunjung melihat pergerakan dari Danisya, Edgar pun menggendong Danisya ke Ruang UKS. Dan kejadian itu tidak luput dari perhatian siswa lainnya. Ini tentang Edgar dan Danisya Ya, kisah mereka Mendingan mampir aja, jangan lupa vote+comment nyaa 💛 Selamat membacaaa ! ! 💓
All Rights Reserved
#601
hilang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yogyakarta Mendarah
  • Gardenia | END
  • complicated
  • DARKASYA
  • Luka Yang Tak Terobati [TERBIT]
  • jarak dan rindu
  • Rindu adalah Kamu
  • Belenggu Bayang Niskala
  • DAKSA [END]
  • ARESKA DAN ALENTA (End)

❝Shakuntala, di penghujung harimu yang melelahkan, aku harap tanganku, bahuku, dan pelukanku akan menjadi tempat ternyamanmu untuk pulang. Tapi maaf jika di penghujung harimu yang lain, aku tak lagi bersamamu di sini. Kamu tahu, manusia itu datang dan pergi, kamu tidak bisa menahan mereka selamanya di bumi. Maaf, maaf karena pada akhirnya aku pamit undur diri dan perpisahan itu tidak dapat kita hindari lagi. Sampai jumpa di lain hari yang lebih indah, dengan senyum yang merekah lebih dari bahagia, Shakuntala.❞一 Maheesa Djayarinka Laskara Sastra. ❝Maheesa, setelah kamu pergi, Jogja dan semua tentangnya tak sama lagi. Tak ada pelukan hangat darimu lagi, tak ada genggaman erat tanganmu lagi, tak ada bahu bersandar untukku lagi, dan tak ada rumah paling nyaman untukku pulang lagi. Hingga di penghujung hariku tanpa kamu, ketika kisah kita tak lagi sehangat rengkuh, aku pernah berkata padamu, kita adalah satu. Maka padamu, pulangku menuju.❞一Shakuntala Dimitri Mandalingga. Kepada : semesta tanah Yogyakarta, buku ini menceritakan perihal kehilangan-kehilangan pilu, masa lalu yang menciptakan fana semu, dan reluk di penghujung rindu yang ingin menyatu. Tokohnya adalah dua frasa rumpang yang tak pernah rampung, menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang berkabung. Selamat berlabuh di cerita Yogyakarta mendarah, kalian akan diperkenalkan kepada Maheesa dan enam temannya yang memiliki cerita berbeda-beda. Jangan lupakan Shakuntala, puan belahan jiwa, kalau kata Maheesa一Tuan Yogyakarta dan sejuta luka di hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines