Kebohongan Dikala Senja

Kebohongan Dikala Senja

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2020
Sepandai-pandainya kamu menyimpan bangkai pasti akan tercium juga baunya. Sepandai-pandainya kamu berbohong, kebohongan itu pasti terungkap. Berbohong demi cinta. Menjaga agar tetap bahagia. Agar orang yang dicintai tidak bersedih. Tetap saja bohong akan mendatangkan kesengsaraan dan rasa sakit. Ini adalah kisah romansa dua anak SMA. Salah satu dari mereka percaya kebohongan dapat mempertahankan cinta. Dapat mendapatkan kebahagiaan dan tidak membuat terluka. Begitu kekanak-kanakan. Semua keputusan diambil yang sejalan dengan kata cinta. Begitu labil. Mereka hanya berpikir tentang cinta, cinta dan cinta. Begitulah kisah cinta anak SMA. Begitu memaksa. Tak sadar kebohongan yang dibuat telah menjadi awal dari luka. Memang ya, cinta dan kebohongan itu serupa. Sama-sama akan menciptakan loop yang berulang. Cinta akan menghasilkan cinta yang lain. Kebohongan akan menghasilkan kebohongan yang lain. Cinta dengan kebohongan akan menciptakan apa? Mungkin menghasilkan pahitnya kopi yang tersisa dikala senja menjelang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gugup Itu Tanda Suka
  • LEITHLEACH
  • Love Or Hate(End)
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Tiga : Aku, Kamu, Kita (TAMAT)
  • Senja Yang Sunyi
  • I LOVE YOU, KAK! [SUDAH TERBIT]
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?

Jiva, siswa pintar yang selalu duduk di pojok kelas, lebih akrab dengan buku daripada manusia. Ia bukan anti-sosial-ia hanya nyaman dalam diam. Tapi hidupnya mulai terusik saat Nayla, ketua OSIS yang aktif dan populer, menyeretnya ke dunia yang lebih ramai: Olimpiade Sains. Dari tugas sekolah, warung keluarga, ruang OSIS, sampai taman kota-keduanya perlahan belajar bahwa jadi remaja bukan cuma tentang nilai bagus atau pencitraan. Ada gugup yang tak bisa disembunyikan, ada perhatian yang tumbuh diam-diam, dan ada keberanian untuk mulai bicara. Sebuah cerita sekolah yang manis, kadang lucu, kadang nyesek, tapi selalu hangat. Tentang pertemanan, rasa suka, dan proses menemukan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines