Kenangan Terakhir

Kenangan Terakhir

  • WpView
    LECTURAS 176
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 22, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasputriledisa
Tengah Malam. Waktu yang tepat untuk menyampaikan rindu yang terpendam. Waktu dimana bayanganmu selalu datang dalam impian... Aku sangat mencintaimu. Ku pikir kau pun juga mencintai ku, namun nyatanya takdir berkata lain.. Kau sama sekali tidak pernah mencintaiku. Mungkin aku yang terlalu bodoh untuk memahami... Tentang semua kebaikan yang kau beri... Tentang semua perhatian yang salah ku artikan:) Dan aku terlalu berharap pada cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kenangan Terakhir. Kini aku hanya bisa merasakan kenangan terakhir yang kau beri, sebelum kau benar-benar pergi... Aku ikhlas kan kau bersamanya.. karena mungkin di situlah kebahagiaan mu:) Kini Cintaku tinggal kenangan. Saat rasaku hanya bertepuk sebelah tangan. Telah musnah semua impian yang terlukis dalam angan. Saat cinta ku utarakan, Namun rasaku kau abaikan. @Putri Ledisa
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • N O R A [on going]
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • YOU
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Titik Yang Benar
  • You are in my past and my future [END]
  • 2 MONTH [Complete]
  • Rendra & Lila [END]

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido