Secangkir Kopi bersama Ombak

Secangkir Kopi bersama Ombak

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 22, 2019
Tidak semua orang mampu untuk menjadi apa yang orang lain inginkan. Dua insan yang semula merasakan bahwa mereka akan di takdirkan bersama,namun kenyataannya terkalahkan oleh jahatnya ego dalam diri masing-masing. Perpisahan menghasilkan sebuah pembelajaran hidup. Jika kita telah mempelajarinya,maka suatu saat nanti akan ada hal yang lebih indah menanti di depan sana. -Author
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Abu-abu [TAHAP REVISI]
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Still Waiting You
  • KENAN
  • FANDI
  • Menyimpan Rasa
  • Painful✔️[Complete]
  • ANGKASA
  • Aku Takut Dicintai

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines