ADERRA
  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 8, 2020
Aderra Renka Wicaksana gadis gila, ceroboh, bodoh, aneh bin ajaib. Tidak pantang menyerah jika harus mengejar cinta bang Rayco Azicko Hidin. Apapun akan Derra hadapi, dari sabang sampai merauke pun Derra sebrangi demi mengejar Rayco. "RAYCO JAWAB MAU GAK?!" pertegas gadis itu lagi. Pemilik nama menoleh. "Iya, asal lo bisa diem." Kaget? Haruslah gilaaaaaaaa seorang Rayco yang sudah menolak Derra 21× akhirnya diterima saat ke 22×nya. Tapi kalo gue sendiri sih kurang yakin Ico gak nyakitin Derra lagi. Maklumin ya! Ini yang pertama. Follow dulu akunnya, trus lanjutin baca. No Copas! Murni pikiran author.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja untuk Genta
  • LOVE YOUR HATER [COMPLETED]
  • DAKSA [END]
  • MAS SUAMI (END)
  • My Ketos Aldarez [SUDAH TERBIT]
  • Cause Dare I Got Boyfriend
  • Dear Dera - The Story of Denan and Raya
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • I Need You🖤

Senja Maharani. Mahasiwi jurusan Ilmu Komunikasi, berusia 20 tahun. Seorang anak tunggal yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Memyambung hidup dengan bekerja part time di dua tempat membuat IPKnya turun. Penurunan IPK membuat beasiswanya terancam. Mau tak mau ia harus mencari donatur yang bisa membuatnya tetap melanjutkan kuliah. Dekan di Fakultasnya menawarkan seseorang yang bisa menjadi donaturnya. Mau tak mau Senja pun menyanggupi. Yang jadi masalah, syaratnya adalah ia harus menikah dengan keponakan sang dekan yang rupanya penyandang disabilitas... ~Senja Maharani~ Sabar, Nja... yang penting sampe wisuda aman... selesai kukiah bisa dinego kalau mau pisah... yang penting gak bayar kosan sama gak makan mie instan... Lagian tuh om-om juga buta... mana tahu kan dia gue ngapain aja... ~Genta Wira Atmaja~ Saya memang buta. Tapi saya tidak bodoh. Jangan kamu pikir saya akan melepaskan kamu setelah kuliah kamu beres. lalu satu hal lagi, berhenti panggil saya, 'om'! Usia kita cuma beda 13 tahun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines