Unfortunately, I Have To Let You Go.

Unfortunately, I Have To Let You Go.

  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 18, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu tahu rasanya menjadikan seseorang rumah, tapi orang itu tak pernah menganggapmu tempat pulang? Butuh ribuan hari untuk mencoba mengikhlaskan sesuatu yang tak pernah benar-benar selesai. Setiap kepergianmu meruntuhkan pondasi yang susah payah kubangun. Anehnya, aku selalu percaya hanya kamu yang mampu memperbaikinya. Aku menaruh harapan terlalu besar pada kesetiaan dan pengertianmu. Berpikir jika aku cukup sabar, cukup setia, cukup memahami, kamu akan memilih untuk tinggal. Egomu menyakitiku. Egoku menyakitimu. Aku diam-diam mengkhawatirkanmu, membawakanmu obat tanpa diminta, menggenggam tanganmu saat kamu rapuh-bahkan mengorbankan harga diriku sendiri. Namun semua itu tak pernah cukup untuk membuatmu bertahan. Sampai akhirnya aku mengerti: tidak semua yang kita jadikan rumah akan menjadikan kita tempat pulang.
All Rights Reserved
#191
pulang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines