USANG [ m e m u l a i ]

USANG [ m e m u l a i ]

  • WpView
    LECTURAS 20
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 22, 2019
Tuan, Waktu membawa kita ke titik ini. Titik dimana kita sudah saling berbalik arah dan ingin melupakan. Keberadaanku sudah tak sepenting dulu. Rasa sesak menyeruak, Memutar ulang memori tentangmu, Tuan. Tentang kita, Tentang bagaimana aku dan kamu dipersatukan oleh semesta. Aku tak akan meminta banyak. Cukup kembali pada cerita yang kita ukir bersama, Bukan beranjak dan saling melupa. Aku hanya ingin kau tahu, Sejauh apapun aku pergi, Sekuat apapun aku berusaha menghapusmu dalam ingatanku, Aku tak akan pernah bisa, Aku lemah perihal itu, Tuan. Dan perihnya, Perasaan kita benar-benar berbeda. Karena menurutmu, Jika jatuh cinta padaku semudah itu, Pergi pun kau anggap mudah. USANG, Juli, 2019 Seezygiumaq
Todos los derechos reservados
#54
puan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALVIN (On Going)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • LOST
  • kiara's dream
  • DENTING  [Revisi]
  • ALEYA~~
  • Broken melodies
  • My Duchess / End
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Ayesha Transmigration

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido