Rembulan di Mata Mama

Rembulan di Mata Mama

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 22, 2019
"Tapi kapan? Dari dulu Mama selalu bilang itu mulu." Àku hanya bisa beristigfar dalam hati, mencoba menguatkan diri meski sebulir air mata telah meleleh. Menyeka dengan kedua telapak tangan dengan cepat, kemudian menghampiri mereka dengan senyum palsu terbaikku. Mereka terdiam kala aku sampai di dekat mereka.Tanpa kata aku segera duduk dan menyantap hidangan sarapan pagi ini. Satu hal yang buat pagiku buruk adalah ketika Mentari dengan kerasnya meletakan sebuah buku di depanku. "Kerjakan pr matematikaku, sebelum jam pelajaran pertama buku itu udah harus ada di atas meja ku," perintahnya. "Tapi kan itu bukan tugasku!" elakku. "Jangan membantah kerjakan saja perintah Mentari! Bukankah kamu juara kelas? Pasti bisa ngerjakan pelajaran kelas 10," sinis Mama menyulut api. "Baik Ma." Aku menghela nafas pelan, berharap dengan cara itu bisa meredam emosi yang kan memuncak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Epilog Tanpa Prolog
  • BK VS BAD GIRL {END} ✓
  • STUCK
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau
  • CHAPTER HIDUP 2: IDEALISM WITH LOVE (Faye Yoko)
  • ALYA
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Forever Friends ( End )

[DIHARAPKAN SEBELUM BACA WAJIB UNTUK FOLLOW DULU] Kalian pernah menyukai seseorang? Kalian pernah mencintai seseorang secara gila-gilaan? Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui bahwa orang yang kalian suka malah balik mendekati kalian? Senang? Kaget? Tidak menyangka? Bahagia tentunya. Itu yang dirasakan Bulan saat ini. Namun, ia merasa keanehan sebab orang yang mendekatinya ini baru saja putus sebulan lalu. Apa alasannya mendekati Bulan? Mengapa? Jika kalian jadi Bulan bagaimana? Apa akan menerima? Atau menolaknya? "Aku bahagia pernah menjadi bagian cerita dalam hidupmu. Aku juga bahagia pernah menjadi alasanmu tersenyum."_________Bulan _______________________________ Jangan lupa follow Tak kenal maka tak sayangkan? PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!⚠️ Mentahan cover : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines