Abang Sayang- BTS

Abang Sayang- BTS

  • WpView
    Reads 227,371
  • WpVote
    Votes 18,574
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 26, 2021
INCEST⚠️ [ON GOING] [SLOW UPDATE] [PLEASE FOLLOW SEBELUM BACA] 17+ bocil minggir aja dah lah, yang patuh kalo di bilangin sama orang tua ya :) "Gak ada satu pun orang yang boleh deketin Ahra" "Abangku itu.. ahh.. mantab!" [Follow kek sebelum baca 👉👈] Gimana rasanya punya abang 7 yang begonya nemen, resek, jail, tapi sayang adek hehe. Dah lah baca sendiri ya Genre : komedi romantis Bahasa non baku, campur aduk lah pokoknya banyak umpatan wkwk Pernah di chart ⬇️ #9 [yoongi] dari 18,7k cerita #16 [brother] dari 6,75k cerita #1 [jhope] dari 16,8k cerita #4 [rm] dari 8,92k cerita #79 [jungkook] dari 63,4k cerita #91 [taehyung] dari 58,7k cerita #12 [bangtan] dari 25,6k cerita #17 [btsff] dari 7,27k cerita #49 [jimin] dari 45,3k cerita #53 [seokjin] dari 14,2k cerita
All Rights Reserved
#1
btsbrother
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Butter Cream Is Sweet
  • Maknae Baby - BTS [END]
  • Best Brothers
  • [1] HEBOH [vk] #Wattys2018
  • SEVEN POSSESSIVE BROTHERS [BTS] - INEFFABLE
  • Claddagh
  • lovetagram • bts & apink [btspink] ✔
  • ON SIGHT (Completed)
  • 𝐁𝐚𝐛𝐲 𝐉𝐮𝐧𝐠𝐤𝐨𝐨𝐤 [✓]

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines