FAR.FEB

FAR.FEB

  • WpView
    Reads 374
  • WpVote
    Votes 258
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Kalau semua bisa bikin nyaman kenapa harus pilih satu" Febrianti Valentina Sari Dua kali jatuh cinta tidak membuat Tina bisa mendapatkan cintanya. Itu semua terjadi akibat kebiasaan buruk nya yang sering mempermainkan hati para lelaki. Kebiasaan itu terjadi akibat ia yang selalu melihat kedua orang tua nya bertengkar setiap hari, seperti tidak saling mencintai. Dan Tina serasa hancur ketika mengetahui kenyataan bahwa seseorang yang ia cintai ternyata adalah saudara tiri nya sendiri lebih tepatnya saudara beda ibu satu bapak. Kenapa ketika ia bisa jatuh cinta harus berakhir pahit? Apakah ini karma?! karena hobi koleksi gebetan yang sering Ia jalani. Lalu cinta keberapakah yang ternyata saudara tirinya itu?! Dan Siapakah cinta sejati Tina sebenarnya?! My first Story
All Rights Reserved
#1
faruq
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Selfish Love [√]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Bukan Sekedar Kagum
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • YEON ^26^
  • All About You [END]
  • I LOVE YOU, KAK! [SUDAH TERBIT]

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines