Boomerang Cinta

Boomerang Cinta

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 30, 2019
"Lelah" Itu yang ku rasakan saat ini. Apa kau tahu? Akhh... Mana mungkin kau tahu. Kamu itu sudah... Arghhh.... Sulit tuk ku jelaskan. Menunggu? Hm... Capek juga ya ternyata. Aku pernah mencoba untuk melupakan semuanya, semua kenangan kita bersama, lebih tepatnya melupakanmu. Rasanya saaaangatt sulit. Oh iya, apakah kau tahu caranya agar aku bisa melupakanmu? Kalo kamu tahu, tolong ajari aku... Ajari aku bagaimana caranya melupakanmu. Seperti saat dulu, saat kau mengajariku bagaimana rasanya jatuh cinta. Tuhan... Jika engkau jatuhkan kembali hatiku, tolong jatuhkan hati ini pada orang yang menetap bukan hanya singgah.
All Rights Reserved
#341
raina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa 2
  • Sempat Punah
  • Brother in Love
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • CINTA DIAM-DIAM
  • " To Love ,To Lose "
  • Promise
  • Sorry, I miss you ... ( END )
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Fated To Marry You(Tamat)

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

More details
WpActionLinkContent Guidelines