We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sebuah Opini Orang Biasa

Sebuah Opini Orang Biasa

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2019
WpInfo
Poetry
Ketika lelah, rasanya ingin mengumpat. Ketika patah hati, rasanya ingin menangis dan berteriak. Ketika disakiti, rasanya hati dan mulut ingin meledakkan kata-kata. Semua dilakukan agar hati terasa lega kembali. Tapi apa daya. Apa daya kita yang hanya bisa bungkam, menyimpan semuanya sendiri dan membiarkan mata yang berbicara dalam diam. Tulisan ini saya ciptakan untuk hati dan pikiran yang tengah rapuh lelah. Barangkali rangkaian kata dapat membantu. Sincerely, Angkasa dan Semesta.
All Rights Reserved
#34
singkat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • trace of memories
  • Lembut Seperti Doa
  • Air Mata Cinta
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Just Words
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Renjana
  • Segala Tentangmu ❝

Cinta yang hilang bukanlah sesuatu yang bisa dihapus begitu saja. Ada yang mengatakan bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya, namun bagi Aruna, waktu justru mempertegas kekosongan yang ditinggalkan oleh Angkasa . Dua tahun telah berlalu sejak malam itu, malam ketika langit seakan ikut menangis bersama dirinya, saat suara terakhir yang ia dengar dari Angkasa adalah gemuruh hujan dan desah napas yang berakhir dengan senyap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines