Sebuah Opini Orang Biasa

Sebuah Opini Orang Biasa

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2019
Ketika lelah, rasanya ingin mengumpat. Ketika patah hati, rasanya ingin menangis dan berteriak. Ketika disakiti, rasanya hati dan mulut ingin meledakkan kata-kata. Semua dilakukan agar hati terasa lega kembali. Tapi apa daya. Apa daya kita yang hanya bisa bungkam, menyimpan semuanya sendiri dan membiarkan mata yang berbicara dalam diam. Tulisan ini saya ciptakan untuk hati dan pikiran yang tengah rapuh lelah. Barangkali rangkaian kata dapat membantu. Sincerely, Angkasa dan Semesta.
All Rights Reserved
#32
lelah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Perihku Ditinggalkan
  • trace of memories
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Just Words
  • Andai bisa
  • Air Mata Cinta
  • Menanti dalam istiqomah

Ketika hati mencoba berhenti berteriak; maka air mata lah yang terbiasa menahannya dari segala luka yang di dapat karna Cinta, Kecewa dan sebuah Rasa yang hanya Kau dan Semesta dapat mengertinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines