Forget Jakarta//Jung Jaehyun

Forget Jakarta//Jung Jaehyun

  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida sáb, jun 15, 2019
WpInfo
Fanfic
NCT
Gemerlap lampu kota Jakarta yang menjadi panorama saat pertemuan kita dahulu, terlihat sedikit lebih redup sekarang, mungkin karena kamu tidak berada di sampingku saat ini. Angin malam masih terasa menggigit, sama seperti terakhir kali netraku menangkap sosokmu yang perlahan melangkah menjauh. Kuharap, di belahan bumi atau bahkan dimensi tempat kakimu menapak. Kuharap, kamu tetap bahagia dan baik-baik saja. Di dalam ratusan tahun kemudian. Apakah kedua orang itu bisa bersama? Ataukah mungkin kisah mereka akan di teruskan generasi mereka yang selanjutnya? Romansa dengan peperangan iklim menjadi latar cerita mereka di ratusan tahun ke depan. oneshoot zheyeng :) +spin off/side story Happy Reading
Todos los derechos reservados
#101
jjh
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • It's Always Been You✔️
  • Where My Heart Remains (내 마음이 머무는 곳에)
  • The Highway to Heaven | Lee Taeyong [✓]
  • 「Once Again - Kim Yerim」
  • SUNSHINE 2.0 ☀ NoHyuck ☀
  • Unfinished [MMS]
  • Sastra February ( END )
  • ABOUT LILY
  • INTUISI || ft. Tokuno Yushi

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido