The Witch Daughter

The Witch Daughter

  • WpView
    LECTURES 119
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., août 14, 2020
"Kau sangat mirip dengannya saat dia remaja. Wajahnya cantik dan sangat mempesona. Tak heran jika ayahmu tergila-gila dengan ibumu yang sudah mati itu. Sayang dia tidak bisa menemani gadisnya tumbuh dewasa." Tangan kasar wanita itu mengusap lembut pipinya. Plak! Aku menyingkirkan tangannya dari pipiku. Aku merasakan hawa dingin saat tangan wanita itu menyentuh pipiku. Rasa mual hebat dan aura membunuh yang sangat kuat. Rasa akan kematian. "Siapa kau!" Suaraku sedikit meninggi saat pertama bertemu dengannya. "Aku adalah... " Wanita itu tersenyum lebar
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • I'm the Antagonist's
  • Full Of Scratches
  • A R S E A N A
  • The Antagonis Body!
  • ARISE
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu