INDIGO (hiatus)

INDIGO (hiatus)

  • WpView
    Leituras 12,646
  • WpVote
    Votos 478
  • WpPart
    Capítulos 19
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, nov 30, 2022
"aku melihat apa yang tidak kalian lihat" ini kata yang pas dimana diriku selalu melihat sesuatu yang sulit untuk di utarakan. nama ku (namakamu) disinilah kisah ku bersama mereka.
Todos os Direitos Reservados
#27
cjr
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TUMBAL PESANTREN
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo