Story cover for Moccapucino by caramachiato_
Moccapucino
  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Mei 24, 2019
#460 in Fiksiremaja ( 16 Agustus 2019 )



"Karena jatuh cinta itu seperti kopi, jatuh itu pahit, cinta itu manis. Maka jatuh cinta itu adalah rasa pahit yang diselingi rasa manis dan menciptakan suatu sensasi itu sendiri"

Apa jadinya ketika Amoura Cantika Cahyono bertemu dengan ketua osis yang ternyata adalah seorang barista baru di cafe langganannya.

Apakah keduanya akan merasakan debaran asmara di Coffe Cafe? atau mereka mengalami situasi yang mempersulit keduanya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Moccapucino ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#451ketos
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 7
Kopi & Deadline (On Going) cover
LATTE : this is one for you [Completed] cover
INDESTRUCTIBLE [TAMAT] cover
I'm Yours? - What Is Love? cover
#KioNara ( SUDAH TERBIT )  cover
Arsyilazka cover
Kopi Dangdut Buatan Lesty ( #leslar ) cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 bab Bersambung

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️