‼️FOLLOW SEBELUM BACA‼️ Bocah itu berdiri gemetar di sudut kamar, kedua tangannya menggenggam kertas ulangan yang kusut. Angka merah di sudut kertas itu terasa lebih menusuk dibanding pukulan yang baru saja mendarat di pipinya. Tangisnya tertahan, tapi tubuh kecilnya tak mampu berhenti bergetar. "DASAR ANAK GAK TAU DIRI! BODOH! MAU JADI APA KAMU NANTI?! HAH!?!" Suara lantang itu terdengar seperti gemuruh yang menyesakkan dadanya. Ia hanya bisa menunduk, berusaha menahan isak yang hampir pecah. Matanya menatap lantai yang kini terasa jauh lebih ramah dibandingkan tatapan penuh amarah yang ia terima. Hatinya memanggil-manggil nama yang tak akan pernah menjawab lagi. Mama... tolong Andra... Tapi tak ada yang datang. Tak ada lagi pelukan hangat yang dulu selalu melindunginya. Tak ada lagi suara lembut yang membisikkan, "Nggak apa-apa, Sayang. Mama bangga sama Andra." Yang tersisa hanyalah luka dan dinding dingin yang menjadi saksi bisu penderitaannya. Ia memejamkan mata, berharap semuanya hanya mimpi buruk. Tapi rasa perih di pipi dan gemetar di tubuhnya mengingatkan bahwa ini adalah kenyataan. Dan kenyataan itu terlalu kejam untuk anak sekecil dia. Ikutin terus cerita "ANDRA" Happy reading Have a nice day;) Start:22 Desember 2024 End: Cover by:@nand_gallery ‼️JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, KATA/KALIMAT MOHON DIMAAFKAN, TIDAK DISENGAJA DAN TIDAK ADA UNSUR PENJIPLAKAN‼️
Detail lengkap