Sepercik Kata

Sepercik Kata

  • WpView
    Membaca 134
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Agt 15, 2019
Jangan menelfon seseorang jika kau rindu, akan tetapi buatlah puisi agar dia dapat menebak masalahmu. Aku manusia yang sulit berbicara tapi lincah dalam menuliskan kata. Bisa jadi ketika kamu membaca sepercik kataku, kamulah inspirasiku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#11
bersyukur
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Together
  • ROMANSA KATA
  • DikaRanggi
  • VIO RA
  • Introvert
  • Nestapa [END]
  • You, Hope, and Memories
  • KELUH
  • Pesta Kecil
Together

"Dia tuh, cuma keliatan kuat di luarnya doang. Dalemnya mah sebenernya berantakan. Mata ketawanya dia, bahkan jauh lebih menyakitkan dari airmatanya. Dia sebenernya cuma pura-pura baik-baik aja. Sebenernya mah, rapuh dan hancur. Karena ngerasa gak ada orang yang bisa mengerti apa yang udah dilaluinya, dia memilih jalan ini. Memendam semuanya sendiri. Padahal, pengen banget berbagi. Bisa ngeliat dia ketawa mah, di depan orang-orang aja. Aslinya, dia sering nangis sendirian. Tiap malem, di kamar mandi, di kamar, di mana pun dia bisa menangis, dia pasti bakal nangis. Karena, beban yang dia punya sekarang, terlalu banyak buat dipikul. Dia udah bilang kok kalo dia mau nyerah. Iya, nyerah sama hidupnya. Tapi, Tuhan masih bilang,"Jalan terus." Dia tuh capek tau. Dia sering ngeluh, cuma orang-orang gak pernah tau aja. Dia bisa memanipulasi emosinya dari yang abis nangis tersedu-sedu, langsung berubah jadi senyum menawan. Iya, itu keahliannya. Dia ahli dalam hal apapun, tapi dia gak ahli buat melawan. Dia tuh lemah. Kalo ada yang bilang dia kuat, iya itu di depan orang doang. Aslinya mah, suka banget gelosoran di lantai sambil nangis. Kalian gak tau aja. Iyalah kalian gak tau, dia kan gak pernah nunjukkin kelemahannya di depan orang. Yang dia pengen, orang taunya dia baik-baik aja. Padahal mah tiap hari yang ada di otaknya gimana caranya mati tapi gak sakit. Kalian gak tau aja...." - Author

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan