CAPPUCCINO✔

CAPPUCCINO✔

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 13, 2019
Cappuccino. Perpaduan sempurna antara manisnya susu dengan pahitnya expresso. Gambaran sempurna untuk hidupku yang hanya berjalan manis diawal, dan akan selalu berakhir pahit. Begitu seterusnya. Cappuccino ku tak pernah tercampur rata, susu dan expresso selalu terpisah di dalam gelas, bahkan itu tidak bisa kusebut sebagai Cappuccino. Tapi tidak. Tidak untuk kali ini. Viggo mengajarkanku bagaimana cara melarutkannya. Menjadikan mereka sebuah perpaduan yang sempurna. Viggo membasmi semua kepahitanku. Viggo bagaikan susu dalam hidupku. Lebih. Lebih dari itu. Viggo adalah pahlawanku. Hidupku. Duniaku. -oOo- "Kenapa harus gue?"-Clara "Karena lo butuh gue, lo butuh bantuan gue dan gue akan jadi susu untuk menghapus kepahitan expresso lo, i promise"-Viggo
All Rights Reserved
#111
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • I'm promise with you
  • Hear (Completed)
  • Alice & Adrian
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Hurt Love
  • Because I'm Stupid (End)
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Mentari Tanpa Sinar

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines