Story cover for Perfect Couple by bo_do_a_mat
Perfect Couple
  • WpView
    Membaca 234
  • WpVote
    Vote 40
  • WpPart
    Bab 5
  • WpView
    Membaca 234
  • WpVote
    Vote 40
  • WpPart
    Bab 5
Bersambung, Awal publikasi Mei 24, 2019
Farrel hanya menaikan sebelah alisnya dan tertawa "lu jadi cewe bego banget ya, lu aja udah tau nama gw tapi masih nanya kurang jelas ya nama orang cakep di samping lu ini?" Jawab Farrel yang masih setengah ketawa, dan Rey hanya 
Mendengus kesal.
"Hmm, emang lu dah tau nama w?"
Jawab Rey yang berhasil membuat Farrel berhenti ketawa. 
"Ehh, hmm belom sih" 
"Lu aja belom tau kan"
"Mang apa penting nya nama Lo buat gw?" Jawab Farrel yang membuat Rey sekarang harus membeli tambahan batas ke sabarannya. 
" Ywd kalo Lo gak mau kenalan juga gpp, gw juga gak butuh temen kek Lo"
Jawab Rey
"Iya lah, kan nanti kita bukan temen"
Jawab Farrel yang sekarang benar-benar membuat Rey jadi bingung 
"Ehh??" Tanya Rey yang hanya mendapat senyuman dari Farrel yang entah artinya apa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Perfect Couple ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Ambisi (The Wrong Part Of Town) oleh farhankurnia15
41 bab Lengkap
"Kamu gak masalah ya ngeliat cewek ngerokok?" tanya Ara kepada Farel. *** "Rell, aku lagi buntu banget. Udah 3 hari ni aku dikos temen aku karna lagi ribut sama mama" *** "Aku boleh make uang kamu lagi gak?..." *** "Mungkin ada yang mau dibilang nya ke lu Rel, mungkin dia mau cerita sama lu. Bisa jadi dia nyaman sama lu, terus dia mau nyeritain semua permasalahan dia selama ini," ujar Puma menjelaskan. *** "Saran gua, lu bisa pulang tanpa harus ngabarin dia. Gak usah kasih dia kabar sama sekali!" ujar Puma dengan tegas. *** Kedatangan Farel bersama ibunya ke Kota Padang benar-benar ditunggu. Peristiwa yang menyedihkan langsung menyambut mereka sehari setelah mereka sampai. Farel yang telah menyelesaikan kuliahnya pun harus menemani sang ibu bersama nenek untuk sementara waktu. Akan tetapi, pertemuan Farel dengan beberapa anggota keluarga yang lain telah menimbulkan ambisi dalam dirinya. Ambisi yang benar-benar harus dikejar. Disisi lain, pertemuan Farel dengan Ara di Kota tersebut, sempat membuat Farel sedikit goyah. Secara tidak sengaja, Ara telah menunjukkan kepada Farel bahwa ia sedang berada di bagian kota yang salah, dan kini Farel pun telah memasuki bagian kota tersebut. Beruntung Farel bertemu dengan beberapa teman baru yang bersumber dari teman satu kampus sahabat nya ketika SMA. Salah satunya adalah Puma. Farel semakin bingung. Manakah yang ia pilih? Tetap berada di bagian kota yang salah bersama Ara, atau mengikuti saran dari teman barunya untuk meninggalkan Ara dan pergi mengejar ambisinya?
Stay (Away) oleh hazelaice
64 bab Lengkap
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
No Longer Mate cover
365 Day's to Fall in Love cover
FARZAA cover
My Boyfriend Is Like Ice cover
Ambisi (The Wrong Part Of Town) cover
Si Cuek & Si Manis [END] cover
Cold as Ice Cubes (END) cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
Stay (Away) cover
Kizu cover

No Longer Mate

38 bab Lengkap

[End]"Adya, ambilin handuk dong!" "Kok nyuruh mulu sih, emang gue babu lo?!" "Lha, emang bener kan?" ●○●○●○●○ Kala itu, Alino sedang senang-senangnya hidup songong, Alino bahkan berkata seperti ini pada Adya, "Pokoknya kebutuhan Gue harus Lo yang siapin, karena Lo pembantu Gue." Meskipun kesal, Adya tetap tersenyum menanggapinya. Dan ada saat dimana Alino cemburu, ketika Adya lebih senang memperhatikan gebetannya daripada Alino sendiri, karena alasan itulah Alino akan lebih manja lagi. Tapi ada hari dimana Adya menyesal mengenal Alino, karena laki-laki itu menciptakan kisah yang tak Adya suka. ## "Untuk kali ini aja gue mau egois dalam hidup gue, tolong jangan pernah pergi ninggalin gue, Ra." -A "Gue lebih suka cerita cinta yang berakhir bahagia, karena meskipun kedua tokoh itu mengalami masalah, pada akhirnya mereka tetap hidup bersama." -A "Gue gak bisa untuk sekadar nangisin Lo, Lo terlalu jahat untuk Gue tangisin." -E ## Follow instagram »-> @ptr._.heree Copyright©2021