We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Remember Then

Remember Then

  • WpView
    Reads 726
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 13, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Aku masih duduk di samping jendela, menikmati iringan playlist dari cafe yang terus memutar suara, juga emisi hujan yang telah mereda di luar sana. Cangkirku sudah mau habis, sedang yang kutunggu sore ini belum kunjung datang bersama aroma parfume-nya yang manis, katanya sih oleh-oleh dari Paris. Seruput coklat hazelnut sudah tak bersisa tapi dia belum jua tiba, malahan hujan yang tadi mereda kini kembali jumawa, menyirami seisi kota diiringi sumpah serapah manusia di jalanan raya. "Haah, makin lama kalo gini mah ceritanya," keluhku. Est. May 25th, 2019. Unstable Update
All Rights Reserved
#18
kosmologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miss Melonatte
  • It's OK Rain | Park Chanyeol ️ [On Going]
  • Are They Twins? ✔
  • Don't Know //Nanase Riku
  • 𝐂𝐈𝐄𝐋𝐎 𝐞 𝐋𝐔𝐍𝐀
  • di balik hujan dan rintik
  • BoEl dan BoFu
  • Hujan di Matamu | (Completed)
  • Love Is Serendipity

Ternyata, Google tak mampu menemukan jodoh untukku. Kalau itu pun mampu, mungkin dari dulu aku sudah memberikan calon mantu terbaik untuk Ibu dan Ayah dirumah - Ahmad Hanif Mubarak ------------------ Ini kisah sih Hanif dalam berpetualang mencari kesenangannya semasa muda. Bergaul, kegiatan non akademik dan tak lupa untuk mengasah keimanannya selama berada didunia. Tapi apa jadinya jika seorang gadis yang awalnya tak sengaja ia temukan saat ditrotoar, yang selalu ia hindari dengan alasan ingin meniti karir terlebih dahulu sebelum mencari calon menantu untuk kedua orang tuanya kini ikut serta kedalam list target kehidupannya? Dengan berwajah masam, sengit, ditambah cuacah panas di Ibu Kota, semua bercampur aduk menjadi satu. Membuat Hanif harus menerima pahitnya kenyataan saat buah tangan yang tak PERNAH ia dapati sebelumnya tengah melambai dengan kecepatan ekstra setara melebihi beberapa kilometer angin hingga sukses menepuk keras pipinya hingga memerah. "Karena apa sih, Nif?" "Ada deh" Jawabnya usil. Image buruk begitu kental untuk Hanif setelah dicap habis-habisan oleh perempuan yang ia temukan ditrotoar pada tempo hari, sampai lambat laun keduanya terjalin dengan satu ikatan yang tak terlihat namun dapat dirasakan hanya karena terbiasa. Hmm menarik. Namun tak disangka sebuah tembok besar tengah membatasi keduanya, bahkan memantau kedua pasang ini dengan baik. Dari sama-sama gengsi, mempertahankan teguhnya sampai embel-embel "nikung kawan sendiri, malu cuk" selalu terngiang-ngiang di dalam otaknya Ah bingung deh... "Awalnya sih gak perduli, tapi kok malah penasaran? Ayu tenan sih, tapi yo ojo di cekel" - Hanif -Miss Melonatte- ⚠️BangtanVelvet Shipper ⚠️Penasaran dengan JoyHope? Kuy bacak ⚠️Yang tidak suka? Mending pergi aja deh :'v jan julid ⚠️Area Lokalan

More details
WpActionLinkContent Guidelines