Hate Be Love

Hate Be Love

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 1, 2019
Nadira: Eh emang siapa yang mau jatuh Cinta sama cowok kaya lo?! Amit-amit ya buat jadi temen lo aja gue ogah,apalagi be your girlfriend dih najong. Sandi:Terus yang mau sama nenek lampir kaya lo siapa?! Nadira:Nenek lampir kata looo Sandi:Inget ya ra buat mikirin lo satu detik aja gue bawaaanya mules jadi lo gausah baper ke gue Nadira:Kok jadi gue sih yang dibilang baper enak aja lo Begitulah Nadira dan Sandi sulit untuk mereka menghindari pertengkaran,tidak ada yang mau kalah di antaranya. Padahal mereka telah terikat oleh ikatan perjodohan orang tua nya. "Tidak ada yang mengetahui tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang, meskipun itu terjadi pada kita, boleh jadi kemarin aku belum mencintai nya tapi sekarang, esok? Entahlah biarkan waktu yang menjawab"~Sandi Avando
All Rights Reserved
#3
cintakontrak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINTA ITU INDAH YA?
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Takdir Semesta
  • ALSYA
  • Moodbooster Ku [REVISI]
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Nadi Membenci Hati
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • DIKANESHA

"Eh Nad," Ziro memanggilnya, suara cerianya penuh semangat. "Lo mau tau nggak persamaan lo sama bokap gue?" Nadira yang sedang sibuk mencatat hanya mengerutkan kening, sedikit terganggu. "Gak tahu, dan gak mau tahu," jawabnya cepat tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya. "Naad!" Ziro merengek, mencoba menarik perhatian Nadira. "Iya, iya, gak tahu tuh, apaan tuh persamaannya?" Nadira mengerutkan dahi, tidak sabar dengan pertanyaan Ziro. "Gaada habisnya," jawab Ziro sambil tertawa, dan Nadira hanya bisa mendengus kesal. "Hahaha, bisa aja lo," Nadira tertawa sedikit, meski suaranya terdengar sedikit dipaksakan. Sejak kedatangan Ziro, cowok baru di sekolah, Nadira merasa hidupnya semakin kacau. Mereka berdua memiliki persamaan yang tidak pernah terduga. Mulai dari perseteruan kecil yang penuh ejekan hingga perasaan yang mulai tumbuh di antara mereka. Akankah mereka berakhir seperti yang Nadira harapkan, atau ada sesuatu yang lebih besar yang menanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines