Don't Forget Me

Don't Forget Me

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2019
Perjuangan seorang laki-laki agar selalu bersama dengan perempuan yang ia cintai. Walaupun banyak cobaan tetapi Daniel akan terus berjuang. Tak kita sangka alurnya akan seperti ini, menurut kalian ada apa dengan 'mereka'? Dan siapa kah 'mereka' itu? Daniel dan.... Mengapa Daniel mencintainya? Apa yang harus di lakukan Daniel agar tetap bersama selamannya? Dia berbeda Dan aku suka itu. Tak kusangka akan jadi seperti ini, Awal kita bertemu terasa aneh Bahkan bisa dibilang miris Aku memang bukan psikolog Tapi aku tahu dirimu. -Daniel- Cerita cinta yang berbeda dan unik dari segi sifat dari tokoh ini. Tak semua akan seperti yang kita kira kan? Jangan segan untuk berbeda.
All Rights Reserved
#884
bahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Still Ours [Hiatus]
  • Erlangga
  • Perihal Hati
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Fall for You
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Traces in the Light

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines