Rintik Rasa

Rintik Rasa

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 26, 2019
Kala percik-percik gerimis menyapaku Mereka bilang aku aneh... Karena aku selalu menunggu air turun dari langit Mereka juga bilang aku gila Karena senang bercerita pada hujan Mereka selalu menjauh ketika rintik menyapa apa salahnya? bukankah itu menyenangkan? Kau benar tentang hujan, ada aroma tanah yang terjamah Aku harap kau tau pernah lupa pada hujan yang mempertemukan kita Saat bersama tersenyum memandang langit hitam dan derasnya hujan Entah, di rintik keberapa Ku 'kan mengeja bayangmu Membahasakan senyummu saat itu namun,kini aku rindu benar benar rindu rindu senda guraumu rindu wajah menawanmu ketika siluet senja bersinar aku rindu semua tentangmu tapi,satu hal yang paling aku rindu,itu adalah membentuk pelangi bersamamu matahariku happy read readers:)
All Rights Reserved
#527
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • SADRAH ✔️ (Part Lengkap)
  • The Rain
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • ✔ Lovemorphosa [completed/revised]
  • Saat Dunia Fana Berskenario
  • Rainasta
  • Rain-A

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines