It's Not a FRIEND~ZONE

It's Not a FRIEND~ZONE

  • WpView
    Reads 1,455
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 23, 2019
WARNING 15+!!! [Pintar-pintarlah dalam memilah bacaan. Bijaklah dalam membaca. Karena apa yang kita pilih setidaknya akan berdampak dalam kehidupan nyata jika kita tidak cerdas untuk mengambil sisi positif dalam setiap bacaan yang dibaca.] ~~~~~ "Apa?" dengan nada datar ketus yang menyebalkan. "Bantu aku bawakan gitar ini, please!" dengan nada memohon "Sudah tau badan kamu kecil, pake bawa-bawa gitar besar dan boneka beruang besar itu lagi. Dasar bodoh!" ucapnya lagi semakin ketus Wanita itu mendengus kesal mendengar celotehan sahabatnya yang sangat-sangat ketus dan menyebalkan. "DASAR PRIA KETUS!!! MENYEBALKAN!!!" ucap wanita itu sambil berlari mencoba mengejar pria itu untuk memukul-mukul badan pria itu sambil membawa boneka beruang yang besar nya melebihi badan wanita itu. Pria itu berhenti dan berhadapan dengan si wanita, tanpa peringatan si pria mencium bibir wanita dengan gemas... ~~~ Pertanyaan nya. Sahabat atau lebih dari itu? ~~~ Happy reading ❤️ [Teen Content]
All Rights Reserved
#54
raina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • goevendoces ( Alamat kelamin di usia 12)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • ALEXANDER (COMPLETED)
  • I'M ANTAGONIS [END]
  • BAD?! It's Me!{END}
  • UNIT KILLER SAVAGE (END)
  • Luruh di Dua Senja || On-Going || [HIATUS]
  • Archibald: The Star, The Fire & The Shadow

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines