Khadizah
  • WpView
    LECTURES 135
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., août 19, 2020
Kisah seorang wanita dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dengan segala kelembutan dan kasih sayangnya terhadap sesama, serta ketangguhan hatinya dalam menerima dan menghadapi setiap keadaan menyenangkan dan menyedihkan di dalam hidupnya. Kisah ini juga menceritakan bagaimana Khadizah menemukan Imam terbaik untuknya. Cerita ini hanya fiktif belaka. semoga pembaca bisa memetik hikmah dan pembelajaran dari cerita ini. Aamiin.
Tous Droits Réservés
#210
jodoh
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Doa Yang Tak sama | END
  • DEAR MY GREAT MAN
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]

Wira Arya Abimana, mencintai Jeanice Olive Pratiwi dengan segenap hatinya. Demi wanita itu dia berusaha menerjang dinding pembatas yang amat besar karena perbedaan keyakinan. Bahkan ketika sang ayah menjodohkannya dengan Nadhira Shakila Putri, Wira menolaknya mentah-mentah. Dia tetap yakin bahwa Jeanice akan meninggalkan keyakinan demi dirinya. Namun, harapan itu pupus ketika Jeanice lebih memilih melepas Wira. Mampukah Wira menerima Nadhira yang hadir dalam hidupnya bak seorang peri cinta? dan berusaha menyelamatkannya dari kesalahan besar yang akan dia pilih. Yaitu cinta dan keyakinan. Mampukah Nadhira bertahan di sisi Wira ketika penolakan demi penolakan dia dapatkan? "Jangan sok suci, Nadhira! Kamu hanya anak haram dari seorang simpanan." - Wira Arya Abimana "Aku tidak peduli apa yang kamu katakan padaku. Kamu harus mengakhirinya, Mas." - Nadhira Shakilla Putri. - "Aku bersedia masuk ke dalam keyakinanmu. Apakah kamu senang?" - Jeanice Olive Pratiwi

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu