Sepotong Hati untuk Jamilah

Sepotong Hati untuk Jamilah

  • WpView
    LETTURE 4
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mag 26, 2019
Jamilah tak pernah mengharapkan cinta. Diperlakukan baik dan hormat saja sudah cukup baginya. Ia tak meminta apa-apa, selain bisa terus mengajar Bahasa Arab di pondok pesantren yang kini menjadi tempat tinggal satu-satunya. Di saat mahligai rumah tangga lain dibangun atas cinta, Jamilah hanya melakukannya karena taat. Meski harus menjadi yang kedua bagi Dimas, ia rela. Bukan karena istri pertama suaminya, Laila. Wanita itu adalah bidadari yang telah dikaguminya sejak belia. Namun apa artinya memiliki kakak madu yang sangat menyayangi jika sang suami bahkan tak pernah menginginkannya? Akankah masih ada ruang di hati Dimas untuk Jamilah? Atau selamanya ia akan merana menyaksikan keromantisan di depan mata tanpa merasakannya? Adilkah pernikahan ini baginya? Lantas, ketika ada sosok laki-laki yang mendekati tanpa peduli akan statusnya, apa yang harus Jamilah lakukan? Haruskah ia memutuskan ikatan suci demi mengejar cinta sejati?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Dear, Chester
  • Tak Seindah Lagu Cinta
  • Hanya Turun Ranjang
  • untuk damai
  • MADU
  • The Destiny Of Us ( END ✅️ )
  • SAY SARANGHAE

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti