Merobek Senja

Merobek Senja

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, May 27, 2019
"Pengkhianat! kau memang pengkhianat!!!" kata-kata ini selalu saja ku lontarkan dalam dekapan mimpi. Merenggut seluruh keabadian ikatan suci yang ku ukirkan. Emang sih... aku udah lama banget berhubungan sama dia. 4 tahun mungkin bukan hal mudah untuk melupakan. Pertemuan di antara isya' dan shubuh menyelipkan rasa yang tak biasa. Senja itu mengingatkanku tentang goresan tinta ini. "Sa...." kertas kecil bertuliskan kaligrafi naskhi dia berikan padaku.. Dalam hati selalu saja bertanya... apa maksud semua ini? Mengapa aku menerimanya? Tak adakah yang lebih istimewa dari kaligrafi? Kaligrafi adalah sebuah karya seni.. hanya orang orang tertentu yang dapat membacanya karena keelokan goresan tintanya.. Kaligrafi ini telah berhasil merobek senja hatiku.. ku pandang... ternyata ini bertuliskan namanya. "Muhammad Rifai". Kau memang begitu istimewa. Mencintai tanpa menyentuh, Memberi tanpa mengambil dan mengisi tanpa harus membuang. Tapi takdir hebat telah mengubah senjaku menjadi tak biasa. Dia hilang kendali.. cintaku direnggut oleh orang lain. Dia menepisku dan tak mau lagi berhubungan denganku. "Jahat...Jahat... untuk apa kau merobek senjaku.. jika akhirnya datang lalu pergi?" Begitulah lelaki... kaligrafi hanya sebatas formalitas perasaan.. Dimana benda dapat menjadi objek pengungkapan rasa. Karena yang sebenar-benarnya cinta tak akan pergi hanya untuk yang lainnya... Tapi ia yang mampu mengutarakan qobiltu nikaahaha... dihadapan ayah wanita... Nb : Dalam proses revisi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing)
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Betadine
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • Janji Diujung Doa
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • Screat Captain-completed

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines