Story cover for Lentera by Uyuuun
Lentera
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published May 26, 2019
Lentera lentera telah padam.
Kunang kunang menampakkan cahaya indahnya.
Langit terkesiap menatap awan yang keriput seperti kulit jeruk.
Dalam bayang bayang rembulan yang bersinar elok diangkasa, mengambang lembut diangkasa bersama awan awan yang seperti gula kapas keabu abuan.
Gemintang membentuk ribuan formasi.

Langit yang berbaik hati tidak menurunkan hujannya, membiarkan seluruh manusia dibumi memandang takjud dirinya bersama sahabatnya rembulan dan gemintang.
Rembulan yang  dapat membunuh sepi, mengusir gulana, membunuh semua pertanyaan, membuat nyaman dan tentram, membuat penat dan sesak dikepala hilang.

Membuat anak kecil yang menangis sesegukan menanyakan dimana ibunya berhenti menangis berganti senyum indah dengan mata sembab yang berair.
All Rights Reserved
Sign up to add Lentera to your library and receive updates
or
#60parents
Content Guidelines
You may also like
ADIKARA ELUSIF by blackcurrantbery
54 parts Ongoing
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNaπŸ”₯ "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Ily3000 [COMPLETEDπŸ¦‹] by AyuLibrayanti
64 parts Complete
"π™ΆπšžπšŠ πšœπšžπšπšŠπš‘ πš‹πšŽπš›πšžπšœπšŠπš‘πšŠ πš–πšŽπš•πšžπš™πšŠπš”πšŠπš— πšπšŠπš—πš™πšŠ πš‘πšŠπš›πšžπšœ πš–πšŽπš–πš‹πšŽπš—πšŒπš’,πšπšŠπš™πš’ πš”πšŽπš—πšŠπš™πšŠ πš‘πšŠπšπš’ πš’πš—πš’ πšœπšŽπš•πšŠπš•πšž πš–πšŽπš—πš’πšžπš›πšžπš‘ 𝚐𝚞𝚊 πšžπš—πšπšžπš” πš–πšŽπš—πšŽπšπšŠπš™?" -π‘ƒπ‘’π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘–- *** "πšƒπšŽπš›πš—πš’πšŠπšπšŠ π™ΏπšŽπš•πšŠπš—πšπš’ πš‘πšŠπš—πš’πšŠ πš‹πšŠπš‘πšŠπš— πšπšŠπš›πšžπš‘πšŠπš— πšœπšŠπš“πšŠ πš‘πšŠπš‘πšŠ" ujarnya. "𝙸...πš’πš—πš’ πšπš’πšπšŠπš” πšœπšŽπš™πšŽπš›πšπš’ πš’πšŠπš—πš πšπš’πšπšŽπš—πšπšŠπš› π™ΏπšŽπš•πšŠπš—πšπš’" Langit mencoba untuk menjelaskan. "π™ΏπšŽπš•πšŠπš—πšπš’ πšπšŽπš›πš•πšŠπš—πš“πšžπš› πš”πšŽπšŒπšŽπš πšŠ πš”πšŠπš”" ucap gadis itu sambil menghapus air matanya yang sudah merembes di pipi mulusnya. *** "π™ΊπšŠπš” π™²πš•πš˜πšžπšπš’ πš™πšŠπš”πšŽ πš™πšŽπš•πšŽπš πšŠπš™πšŠπšœπš’πš‘?! π™ΏπšŠπšπšŠπš‘πšŠπš• πš”πšŠπš•πš’πšŠπš— πš–πšŠπš—πšπšŠπš—?!" "πšƒπšŽπš—πšŠπš—πšπš’πš— πšπš’πš›πš’πš–πšž π™ΏπšŽπš•πšŠπš—πšπš’" Langit mendadak panik melihat Pelangi semarah itu. "π™±πšžπšŠπš πšŠπš™πšŠ πš”πšŠπš”?! π™±πšžπšŠπš πšŠπš™πšŠ?! π™ΏπšŽπš•πšŠπš—πšπš’ πšŒπšŠπš™πšŽπš” πš”πšŠπš”!" teriak Pelangi frustasi. **** "πš‚πšŽπš–πšŠπš”πš’πš— πš–πšŽπš—πšπš‘πš’πš—πšπšŠπš› πšπšŠπš›πš’ πš™πšŽπš›πšŠπšœπšŠπšŠπš—,πš–πšŠπš”πšŠ πš™πšŽπš›πšŠπšœπšŠπšŠπš— πš’πšπšž πšœπšŽπš–πšŠπš”πš’πš— πš‘πšŠπšπš’πš›" -π“˜π“΅π”‚3000 **** π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜-π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜πŸ–€πŸ–€πŸ–€
You may also like
Slide 1 of 8
ADIKARA ELUSIF cover
Ily3000 [COMPLETEDπŸ¦‹] cover
Keluarga di Ujung Senja cover
LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA cover
Senja Termendung cover
Gadis Cuaca cover
Memories in Moon cover
Ketika Bintang Kehilangan Cahayanya cover

ADIKARA ELUSIF

54 parts Ongoing

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNaπŸ”₯ "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25