We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lentera

Lentera

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Lentera lentera telah padam. Kunang kunang menampakkan cahaya indahnya. Langit terkesiap menatap awan yang keriput seperti kulit jeruk. Dalam bayang bayang rembulan yang bersinar elok diangkasa, mengambang lembut diangkasa bersama awan awan yang seperti gula kapas keabu abuan. Gemintang membentuk ribuan formasi. Langit yang berbaik hati tidak menurunkan hujannya, membiarkan seluruh manusia dibumi memandang takjud dirinya bersama sahabatnya rembulan dan gemintang. Rembulan yang dapat membunuh sepi, mengusir gulana, membunuh semua pertanyaan, membuat nyaman dan tentram, membuat penat dan sesak dikepala hilang. Membuat anak kecil yang menangis sesegukan menanyakan dimana ibunya berhenti menangis berganti senyum indah dengan mata sembab yang berair.
All Rights Reserved
#32
aku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Reborn In a Hug
  • Ily3000 [COMPLETEDπŸ¦‹]
  • Dandelion [TERBIT]
  • LANGIT & BULAN
  • My Eternal Moon [ End βœ”οΈ]
  • Memories in Moon
  • Mentari Tanpa Sinar

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines