TamarA

TamarA

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 26, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Ra, aku... ah~ nanti saja" ucapnya "Kau apa? Cepat katakan!, kau membuatku kesal" jawabku "tunggu, kau harus menunggu" ucapnya "Mengapa aku harus menunggu? Aku benci itu. Dan itu tidak akan menjamin akhir yang bahagia" jawabku "Ishh, tunggu saja, Ra. Itu tidak akan lama" ucapnya "Baiklah" jawabku "Aku pergi, Ra" ucapnya Lalu hari hari berikutnya, sosok itu menghilang entah kemana. Jika aku tau akan seperti ini, aku lebih baik untuk tidak menyetujui permintaanya. Harusnya ku paksa saja dia mengatakan hal yang ingin dia sampaikan saat itu. Atau ku pukul saja kepalanya saat itu juga, agar dia mengatakannya. Dan dengan waktu ah~ mengapa kau membiarkanku menunggu. Aku membecinya. Sungguh! Aku sangat membencinya~
All Rights Reserved
#190
fiksiromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan di Hari itu
  • DEVONALEXA
  • Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu)
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Dear You
  • I'm promise with you
  • The story of rain [END]
  • No Longer Mate
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)

"Aku menyesal. Menyesal karena telah mengabaikan persahabatan kami. Menyesal karena telah menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Menyesal karena telah membiarkan waktu berlalu begitu saja, tanpa menciptakan lebih banyak kenangan bersama" "Kata orang-orang zaman dulu, setelah hujan berlalu akan ada pelangi yang menghiasi langit. Maka aku bertanya-tanya, kapan hujan ini berhenti, kapan langit ini akan berwarna, kapan...?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines