TamarA

TamarA

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 26, 2019
"Ra, aku... ah~ nanti saja" ucapnya "Kau apa? Cepat katakan!, kau membuatku kesal" jawabku "tunggu, kau harus menunggu" ucapnya "Mengapa aku harus menunggu? Aku benci itu. Dan itu tidak akan menjamin akhir yang bahagia" jawabku "Ishh, tunggu saja, Ra. Itu tidak akan lama" ucapnya "Baiklah" jawabku "Aku pergi, Ra" ucapnya Lalu hari hari berikutnya, sosok itu menghilang entah kemana. Jika aku tau akan seperti ini, aku lebih baik untuk tidak menyetujui permintaanya. Harusnya ku paksa saja dia mengatakan hal yang ingin dia sampaikan saat itu. Atau ku pukul saja kepalanya saat itu juga, agar dia mengatakannya. Dan dengan waktu ah~ mengapa kau membiarkanku menunggu. Aku membecinya. Sungguh! Aku sangat membencinya~
All Rights Reserved
#415
fiksiromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • DEVONALEXA
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Veerlant (REVISI)
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu)
  • She Pluviophile
  • Ali Arkhan
  • The story of rain [END]

Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan." Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah. "Boo?" "Ya." "Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu." "Saf?" "Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines