Nostalgia

Nostalgia

  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Dulu kita bertengkar di depan toko itu kamu inget nggak ghin?" "Iya inget, pas itu gue minta lu balik karena dompet gue ketinggalan?" "Hehehe iya" Kenapa setelah langit dan aku memutuskan putus dua tahun yang lalu dan bertemu lagi hari ini. Kami mengingat kenangan indah yang membuat kami seperti terhipnotis dengan nostalgia masalalu.....aku selalu mengingat mu dan kenangan kita. Aku ingat sekali apa alasan yang membuat kita putus....jenuh. Alasan klasik menurut ku dan yang paling aku sesali adalah aku yang mengucapkan kata itu.
All Rights Reserved
#2
alifia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Bara [REVISI]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • ARBIAN [ ON GOING ] √
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines