VIOLA

VIOLA

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 31, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Viola ialah seorang gadis yang berusia 16 tahun. Dia bersekolah di SMA Angkasa Jakarta. Sebenarnya dia adalah sosok yang anti jaim, cantik, baik, pintar, dan jangan lupa dia itu anak famous banget. Tapi sayangnya... suatu kejadian pernah membuat dia berubah menjadi sosok yang hancur. Sifatnya menjadi pendiam, tertutup, nilai prestasinya menurun, dan bahkan dia sampai masuk RS karena ngedrop. Tapi itu dulu... sekarang dia sudah kembali menjadi sosok periang. Namun, ada suatu hal yang menjadikannya seperti itu kembali. Hal apakah yang membuat Viola sosok gadis anti jaim berubah menjadi sosok yang pendiam?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peluk Aku, Tuan
  • pai pai  B 94 ZA
  • VIONETA
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Viena & Velio

Fazeta Aurelina Wijaya, gadis yang tumbuh di keluarga tanpa cinta, hidupnya penuh luka dan ketakutan yang ia sembunyikan rapat-rapat. Baginya, cinta hanyalah ilusi yang mematahkan, sesuatu yang tak pernah ia percaya. Zeta menyimpan segalanya sendiri-luka, ketakutan, dan rasa hampa yang mendalam. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mengerti, sampai Atharva Kaizar datang dalam hidupnya. Atharva, anak laki-laki yang terlihat nakal, keras di luar, tetapi ternyata memiliki sisi lembut yang mampu melihat retakan dalam hati Zeta. Ia tidak berusaha memperbaiki Zeta, tetapi hadir di sampingnya, menawarkan kehangatan yang tidak pernah Zeta rasakan sebelumnya. Dan perlahan, Zeta menemukan kekuatan di balik senyuman Atharva, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, dan alasan untuk tetap bertahan. Dia mulai percaya, meski dengan hati yang masih dipenuhi luka. Ketika rasa takut akan kehilangan mulai menghantui, Zeta menuangkan segalanya dalam sebuah karya tulis. Sebuah cara untuk mengabadikan Atharva, agar jika suatu hari dia benar-benar pergi, Atharva tidak akan hilang sepenuhnya dari hidupnya. Dalam goresan pena, ia menulis, "Jika kau menemukanku tersesat dan tak tahu akan kemana, tuntun aku. Jika kau menemukanku disaat aku sedang menangis tersedu-sedu, tenangkan aku. Jika kau menemukanku terperangkap di ruang gelap dan tak ada seorang pun di sana, peluk aku, Tuan..." Bagi Zeta, Atharva adalah jawabannya, pelukannya adalah tempat pulang, dan senyumannya adalah cahaya dalam ruang gelapnya. Namun, apakah Atharva akan selalu ada untuk Zeta? Atau takdir punya rencana lain yang lebih sulit mereka terima? "Peluk Aku, Tuan" adalah cerita tentang luka, cinta, dan keberanian untuk percaya kembali, meski hati telah hancur berkali-kali. Di tulisanku, dia itu nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines