My Dream Is Reality

My Dream Is Reality

  • WpView
    LECTURI 385
  • WpVote
    Voturi 65
  • WpPart
    Capitole 11
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare vin, iul 19, 2019
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
aku suka menjadi diriku sendiri, aku ingin menjadi apa yang ku mau, aku nd mau di paksa buat ngelakuin apa yang aku gamau! di cerita ini, Eva yang selalu dilarang untuk mewujudkan cita citanya tapi harus mengikuti keinginan mama nya. Mamanya yang menginginkan anaknya itu menjadi model agar bisa mewarisi pekerjaannya,, apakah Eva bisa mewujudkan keinginannya dan membuktikan kepada mamanya bahwa pernyataan tentang cita citanya itu buruk bisa terbukti?? Dan cinta pertamanya membuktikan kesempatan untuk memulai hari❤️
Toate drepturile rezervate
#8
ballerina
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • The moon's dream
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • R E Y V A N
  • Twin Love Dilemma (COMPLETED)✔
  • Zona Delvia (End)
  • Aku Dia Berbeda [END]
  • Air Mata Elara
  • Different Taste (COMPLETED IN DREAME)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut