Bait Konversasi

Bait Konversasi

  • WpView
    LECTURES 18,581
  • WpVote
    Votes 1,917
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mars 18, 2020
Buku ini hanya menceritakan seputar percakapan sederhana ditengah-tengah keramaian jembatan Pasupati pada malam hari, juga seputar curahan hati berlatar tempatkan 372 Kopi di Setiabudhi. Buku ini sederhana, hanya menceritakan mereka; para anak manusia yang memilih untuk tinggal di Bait, orang asing yang semula dianggap biasaㅡnamun berganti nama menjadi istimewa, selepas adanya konversasi di antara Adam dan Hawa. *** Written in Bahasa. ©Komuhodu, 05/27/2019.
Tous Droits Réservés
#131
choseungyoun
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Dua cangkir satu Meja
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • (Bukan) Ke Lain Hati ~ (TAMAT) ~ TERBIT E-BOOK
  • Dih-, (COMPLETED✔)
  • KOS UJUNG GANG
  • Ketos || Kim Wooseok [✔]
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • Balada Mahasiswa Teknik [SUDAH TERBIT]
  • Obrolan Warkop Republik Konoha
  • Jatuh cinta dengan remaja paranoid dan sombong (memakai buku) [END]

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu