pengorbanan cinta

pengorbanan cinta

  • WpView
    बार पढ़ा गया 87
  • WpVote
    वोट 1
  • WpPart
    भाग 3
WpMetadataReadजारी
WpMetadataNoticeअंतिम प्रकाशन सोम, मई 27, 2019
di pagi hari yang cerah ini ku mulai perjalanan hidupku yang baru , ku mulai hari yang bahagia ini dengan membaca bismillah "bismilah hirrahman nirrahim" ujarku namaku Humairah putri natalian , nama yang di berikan oleh kedua orang tuaku yang mempunyai arti sangat indah , Humairah yang berarti adalah gadis kecil berpipi merah kemerahan ,itu adalah panggilan kesayangan Rasulullah untuk Aisyah yang mempunyai pipi kemerah merahan , putri dari Natan Pratama & Liana Anggraini, aku anak satu satunya atau bisa di bilang anak tunggal.aku mahasiswi baru fakultas kedokteran di universitas gajah Mada, hari ini adalah hari pertamaku menimba ilmu di universitas ini, aku akan memulai kehidupan ku yang baru hari ini setelah aku lulus dari pesantren. Ternyata aku satu kampung sama dia !!!. # sebelum baca ikutin dulu yh akun aku ini sama jangan lupa vote yah !!.
सभी अधिकार सुरक्षित
#39
romanse
WpChevronRight
सबसे बड़े कथावाचन समुदाय में शामिल होंवैयक्तिकृत कहानी अनुशंसाएं प्राप्त करें, अपनी पसंदीदा कहानियाँ अपनी लाइब्रेरी में सहेजें, और अपना समुदाय बढ़ाने के लिए टिप्पणी और वोट करें।
Illustration

आपको शायद ये भी पसंद आएँगे

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • because Alloh
  • Assalamualaikum Cinta
  • Lantunan Kalam Aisyah | TERBIT
  • Pintu Hijrah Tak Hanya Satu
  •  bisikkan di sepertiga malam ku
  • PENANTIAN (Sudah Terbit)✅
  • FOLLOW ME (AZMI ASKANDAR)selesai 1√
  • Assalamualaikum Pak Ustadz
  • Not A Perfect Husband ✔

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

अधिक जानकारी
WpActionLinkसामग्री दिशानिर्देश