After U
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2020
Untuk perdana 2 tahun lamanya , dimana fase seorang alyana yang setiap harinya terkesan biasa saja, kaku , bahkan sampai mati rasa , hilang entah kemana. Digantikan dengan fase yang pasti setiap orang pun melewatinya. Rasa karuan tak tentu , memikirkan panampilan nomor satu , bahkan tak enggan selalu merasakan rindu. Benar , rasa itu kembali lagi. Dari seorang yg tak pernah alya terka. Seorang yang mustahil alya suka. Seorang yang selalu membagikan keluh kesahnya , bahkan tentang cinta. Dan entah sejak kapan semua berubah begitu saja. ya, fase alyana berubah karena sahabatnya. Seorang yg tbtb scr gamblang dan langsung bilang " someday i want you to be my wife , because of you , bring me closer to god" .
All Rights Reserved
#791
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You, Hope, and Memories
  • U are
  • Kahfi dan Yumna
  • KITA DAN SEMESTA
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti
  • SELESAI (Say Goodbye)

~Sakura Minami~ Aku mencintainya sejak pertemuan pertama kami. Mungkin dia adalah jodohku, karena Tuhan mempertemukan kembali diriku dengannya . Tapi, dia seperti angin. Dia yang selalu ada di dekatku, tapi takkan pernah bisa ku gapai. Lalu aku bertemu dengannya. Dan pertanyaan muncul di benakku: jika dia memang jodohku, mengapa aku menggapai orang lain? ‬‪~Kenan Voresta~ Dia segalanya di hidupku. Ini bukan lirik lagu yang dia sukai, atau larik puisi yang ku kutip dari novel miliknya. Ini arti dirinya bagiku, dari dulu hingga nanti. Dan dia baru mengetahuinya, ketika dirinya dipelukan yang lain. Tapi, bukankah tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan yang dicinta? ‬ ‪~Brian Voresta~ Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya, meskipun pada akhirnya, Tuhan lebih memilih untuk memisahkan kami. Dia adalah pewarna di hitam putih hidupku. Dan ku rasa, aku tak akan pernah menemukan penggantinya, karena separo jiwaku, ikut terbawa seiring dengan kepergiannya.‬

More details
WpActionLinkContent Guidelines