Bioskop Kucing

Bioskop Kucing

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
Saat tugas akhir semester mereka baru diputuskan, ke-4 kucing lucu-nggak lucu-lucu amat sih-ini memulai petualangan mereka yang penuh dengan canda dan tawa. Petualangan mencari hal-hal yang mistik seharusnya jadi menyeramkan. Tetapi karena mereka yang melakukannya, hal ini menjadi kebalikannya. Nantikan saja setiap aksi dari ke-4 kucing lucu-kan udah aku bilang, nggak lucu-lucu amat merekannya-kita ini. (jangan salahkan thor bila ceritanya garing yaa:v)
All Rights Reserved
#431
hantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • Say Hay Untuk Cogan ✔️
  • Friend Zone [COMPLETED]
  • ANOTHER DIMENSION (One Piece)
  • Side To Side; Jaeminju✔️
  • KroJaki || BXB
  • PROGRAM YANG HIDUP
  • Mrs. Bidadari & Mr. Cool
  • All x Haechan III
  • BERNARD BEAR

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines