Ini adalah tulisan pertama ku,
tentang aku seorang wanita remaja berumur 16 tahun, yang masih lugu dan naif.
sepenggal asa yang sudah usang, dunia ku hancur dalam sekejap, keegoisan menggiringku dalam kehancuran.
Hati ku bergemuruh kian tak mau berhenti, perih nya luka saat ditinggal pergi kekasih, hancur nya hati ketika perpisahan keluarga yang memaksaku untuk memihak, dan hilang nya harapan ketika terjadi perselisihan dengan sahabat dekat.
Dalam sekejap aku merasa dunia ku lengkap, dalam sekejap pula aku kehilangan dunia ku.
Aku terdiam di ujung kehancuran, meratapi nasib, yang cahayanya kian meredup.
Saat aku hampir menyerah, tuhan mempertemukan ku dengan seorang pria dengan latar belakang masalah yang sama. Seorang pria yang ditinggalkan pasangan, dan seorang anak laki laki yang besar dari keluarga yang tidak utuh.
Kehadirannya dalam hidup ku menjadi cahaya terang dikala malam sunyi, menjadi penyejuk dikala pilu.
Dia menyadarkan ku arti kehidupan yang sebenar nya. Bahwa hidup bukan tentang mencintai dan dicintai tapi tentang tabah dan ikhlas menghadapi segala cobaan.
Yang pergi selalu tergantikan, kehadiran nya, sudah merubah hidup ku, mengisi ruang kosong dengan puing puing hati yang berantakan. Dia membantu ku untuk tetap semangat menjalani kehidupan pada lembaran baru, membuka hati, menerima kesalahan.
Meski pada dasarnya, dia hanya sebatas sahabat dekat ku :)
Sebagai pembuka aku ingin menceritakan tentang sebuah pertemuan singkat dengan kekasih ku.
Disinilah cerita itu dimulai,
Tentangku tentangmu sempat tertulis di kertas yang sama. Namaku namamu pernah Tuhan satukan dalam skenario yang kita perankan. Rasamu rasaku pernah saling mengisi kekosongan. Meski tak pernah terucap, namun bisa dirasakan.
Bukankah semua itu menyiksa? Bukankah jika kita terus begini akan ada luka? Bukankah kamu lelah menyimpan kata? Dan bukankah aku juga lelah menunggu kalimat indah yang tak kunjung terdengar darimu? Bukankah kita telah sama-sama jenuh menerka semua rasa yang tidak memiliki nama ini. Semua sangat menyiksa.
Mungkin kita mencoba membuat kenangan sebanyak-banyaknya karena kita tahu, suatu hari nanti, kita tidak akan bisa lagi bersama.
Yang pergi akan tetap pergi, walaupun kau telah menjaganya dengan begitu kuat. Yang datang akan datang, walaupun kau tidak menginginkan kedatangannya.
Semua tak akan pernah abadi, semua akan sirna, semua yang fana akan binasa. Begitu pula dengan kisah dan kasih tentang kita. Kisah kasih yang tak memiliki nama.
Ini tentang kisah patah, luka, kecewa dari dua orang yang akhirnya saling melepaskan dan terluka secara perlahan.
Penasaran??
HAPPY READINGS❤