Tanpa Batas

Tanpa Batas

  • WpView
    Membaca 401
  • WpVote
    Vote 132
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 8, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Namaku Starla, Sederhana aku hanya berharap bisa menjalankan kehidupan senormal remaja biasa, karena pada kenyataannya aku adalah gadis berbeda. Didiagnosis mengidap Dissosiative Identity Resorder (DID) atau keperidadian ganda bukanlah hal yang mudah. Lelah, cape dan berfikir setiap hari adalah hari terakhir untuk bernafas selalu terlintas dalam fikiranku. Jika saja Tuhan tidak mempertemukanku dengan orang-orang yang membuatku sadar karena betapa beruntung nya aku yang tidak pernah kekurangan kasih sayang, mungkin aku sudah mengakhiri hidupku. Sayangnya akhir dari pertemuan adalah perpisahan, dan yang namanya kehidupan pasti ada akhirnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  •  HAZELA
  • RLS [ 2 ] My Devil Girl [Completed]️✓
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Imam Untuk Raina (Selesai)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Polaris Cinta Kehidupan (Lengkap)
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan