Destiny

Destiny

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 8, 2019
Dikala masa lalu mengiringi takdir . . . "hmm.. pak, boleh saya tanya sesuatu" Fadhlan menatap alesha sekilas, kemudian menganggukkan kepalanya "silahkan" Alesha menggigit bibir bawahnya, ada keraguan dalam dirinya untuk menanyakan hal ini "Apa bapak sudah memiliki calon istri?" Akhirnya pertanyaan itupun terlontar dari bibir ranum Alesha Fadhlan hanya diam, beberapa detik selanjutnya ia mengangguk "si..si..siapa pak?" "Sahabat kamu" "MAULIZA??"
All Rights Reserved
#961
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suratan Takdir (SELESAI)
  • MENCINTAIMU? (English-Indonesia)
  • Istri Untuk Papaku (Pending)
  • Love In Profession[End]
  • Suamiku yang aku sayang #SYAS
  • Imam Rahasiaku [TERBIT]
  • The Story of  Aisha Khumairah
  • Mungkinkah Bisa ??
  • FOLLOW ME (AZMI ASKANDAR)selesai 1√
  • F dan Z  ( and )

"Diambang kebingungan, memilih antara Ayahku atau kamu pujaan hatiku. " Khairunnisa Amalia adalah gadis belia yang cantik, tetapi manja. Dia sering dirundung oleh teman-temannya. Dia dinikahi Ali-guru muda yang masih menginjak usia 20 tahun. Lebih tepatnya nama laki-laki tersebut adalah Ali Habibi Safwan. Suatu kejadian tiba-tiba merubah sikap Ali menjadi tidak sama lagi. Sehingga Annisa dihadapkan oleh pilihan, yaitu memilih antara ayahnya atau Ali. Sebenarnya, apa alasan Ali menikahi gadis seperti Annisa? Kenapa Ali berubah? Dan siapakah yang akan Annisa pilih? ------------------- Menggoda keduanya apalagi dari pihak sang bunda yang sangat ramah. Bahkan, mereka pun sangat mendukung Annisa menikah muda dengan Ali. Karena kenaikan orang tuanya dulu. "Baolehkan saya menge... cup kamu? " tanyanya dengan kalimat tertahan. Annisa terdiam. "Emangnya kalau udah nikah dan sah boleh kecup-kecupan ya, Pak? Bukannya, bukan mahrom? " Ia bertanya dengan wajah lugu. Bunda Syalum yang menjadi nyamuk lagi-lagi dibuat malu oleh anaknya. "Boleh dong, Sayang..., " gemasnya. Ali hanya memegang kepalanya sambil terkekeh gemas. Annisa menunduk malu. "Ya-ya udah, " katanya dengan suara tertahan. Ali mendekatkan wajahnya ke kening Annisa. "Ekh, Pak Ali, tapi jangan lama-lama ya, malu..." Ali mengangguk, lalu mengecup kening Annisa lama. Annisa memejamkan mata, menikmati sensasi aneh yang menjalar disekujur tubuhnya. Bunda Syalum sudah ngacir dan digantikan dengan sorakan godaan. Ali melepaskan kecupannya setelah mendengar godaan yang semakin menjadi-jadi. Annisa yang malu langsung memeluk tubuh Pak Suami. Wajah meronanya hanya bisa dilihat oleh Ali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines