RINAI HARAPAN

RINAI HARAPAN

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 28, 2019
Telah kutapaki jalan terjal berliku Harap seringkali hanya mewujud semu Haruskah kuabaikan seonggok rindu? Dan kubuang sisa asa di sudut waktu? Rinai di Pucuk Harapan --Prisca Khafiya "Rinai bukan hanya sosok gadis yang tumbuh dengan sejuta pesonanya. Namun, ada seribu luka hati yang harus ia lewati. Konflik keluarga nyaris membuatnya membuang rasa cinta dan bahagia. Hidup tak selalu satu warna. Kita akan dihadapi berbagai pilihan pahit yang tak bisa kita hindari. Novel ini sangat direkomendasikan untuk dibaca siapa saja karena banyak hikmah dan pesan kebaikan dalam novel ini!" --Ernawati Lilys, Penulis dan Blogger di www.momsinstitute.com
All Rights Reserved
#354
doa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • AKADIBA • Rasa dan kita (END)
  • Mahligai Sunyi
  • Rania: Melebur Trauma, Menyambut Bahagia
  • Maybe Happy?✔
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Luka & Lara (Completed)
  • TAKDIR ALYA(Slow Up)

Elira bukan anak biasa. Ia tumbuh dalam keheningan, dipeluk oleh kecerdasan yang tak dimengerti, dan tubuh yang selalu menjadi sasaran cemooh. Sejak kecil, ia tahu: dunia tak ramah, dan rumah bukan tempat berlindung. Ketika teman menjauh karena rasa tidak nyaman, dan ketika keluarga sendiri hanya melihatnya sebagai beban, Elira tetap berdiri. Ia tidak diantar saat pertama kali masuk pesantren. Tidak dijemput saat ia jatuh. Ia hanya ditemani satu hal yang tak pernah mencacinya: Al-Qur'an. Namun luka demi luka terus menggerogoti tubuh dan jiwanya. Hingga suatu hari, tubuh itu tak lagi kuat. Jiwa itu mulai retak. Tapi bukan kehancuran yang datang-melainkan cahaya. Di tengah kesurupan, sakit yang berulang, dan tubuh yang tak pernah benar-benar sembuh... Elira menemukan panggilan dari langit. Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan seorang anak. Ini tentang bagaimana seseorang bisa tetap memilih untuk mencintai Tuhan, ketika tak ada satu manusia pun yang memilih untuk mencintainya kembali. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines