Story cover for TRUST by Nule_48
TRUST
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 28, 2019
Bagaimana rasanya menunggu seseorang yang sedang jauh dari kita?
Membosankan?
Mungkin kebanyakan orang merasakan seperti itu.
Ingin rasanya menyerah dan mengakhiri semuanya.

Tapi tidak dengan gadis cantik yang bernama Fellia Mouzalina. Ia tetap sabar menunggu dan tidak pernah bosan untuk menantikan kedatangan seseorang yang telah lama ia tunggu. Pernah ia berpikir untuk menyerah, tapi ia membuang jauh pikiran bodohnya itu. Ia tetap setia pada kekasihnya yang sedang jauh darinya. Jarak dan waktu telah memisahkannya. Hanya berjumpa via suara atau saling bertatap muka di layar ponsel. Tidak bisa menyentuhnya secara langsung.

Lalu, apakah gadis cantik itu bisa bertemu kembali dengan kekasihnya?
Apakah hatinya masih sanggup untuk mempertahankan hubungan jarak jauh?
Dan, apakah dirinya tetap merasa bahagia?
Lihat saja nanti. Ia sendiri pun tidak bisa menjawabnya.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add TRUST to your library and receive updates
or
#8penuliskece
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Evanescent [END]✓ cover
Narasi patah hati cover
Long Distance Relationship cover
AKHIR DARI PERJUANGAN (Season 1KISAH CINTA YANG BELUM SELESAI)  cover
WISHES. cover
My Dangerous Boy cover
Jarak dan Rindu (END) cover
SHETAN cover
APA ITU CINTA? cover

Evanescent [END]✓

57 parts Complete

Dua pejuang terkuat adalah kesabaran dan waktu. (BELUM REVISI) ~•~ Katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi bagi sebagian orang, waktu hanya membuat luka belajar berdiam lebih dalam. Di antara pertemuan geng Renoir dan Otakata, waktu seolah sedang menulis sesuatu yang tak bisa dihindari. Rahasia masa kecil yang terkubur akhirnya muncul, membawa Ola kembali pada sesak yang lama ia pura-pura lupakan. Dunia di sekitarnya pun terasa kian sempit, penuh orang yang menukar kasih dengan harta, dan keluarga yang menuntut balas budi seolah cinta punya harga. "Katamu, semakin kamu menyayangi seseorang, semakin kamu ingin bersembunyi darinya. Sekarang aku mengerti," bisiknya lirih. "Aku menyesal ... menyesal karena tidak pernah benar-benar memahamimu." Dan di bawah langit yang bisu, hanya kata maaf yang tersisa, sebab semuanya sudah terlambat, tenggelam bersama waktu yang tak pernah memihak.