Aku Seorang Indigo

Aku Seorang Indigo

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 19, 2019
"hiks.. Mama.... Jean takut ma... Mama dimana? Tolong jemput Jean ma..." Bocah kecil dengan rambut diikat dua sedang menangis sambil berjongkok mendekap kedua lututnya yang telah basah karena air matanya. "hei, kenapa kamu menangis?" Seorang gadis kecil dengan gaun putih, rambut cokelat dikepang, dan warna kulitnya yang putih pucat menghampiri Jean yang sedang menangis "J-Jean terpisah dari mama, sekarang Jean tidak tau jalan pulang" Jean menghapus air matanya dan menatap gadis kecil yang sedang berdiri dihadapannya "jangan takut, namaku Caca. Aku tau jalan ke arah rumah-mu, Jean." Jean nampak terkejut dengan apa yang telah di katakan Caca "A-apa? Bagaimana Caca tau jalan menuju rumah Jean?" Jean berdiri dan menatap wajah Caca yang sedikit lebih tinggi darinya "Karena selama ini aku memang selalu ada bersama-mu, Jean"
All Rights Reserved
#651
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • The Case
  • Chains of Devotion (WonJay)
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • Vìřģøųñđ || End✔
  • Empty (End?)
  • Aleysia Heaven [Complete]
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • ANYELIR (END)

Alenara selalu merasa seperti tidak benar-benar berasal dari dunia ini. Seperti air yang tak kunjung menyatu dengan arus, atau nyala api kecil yang mencoba bertahan di tengah hujan. Hidupnya dipenuhi tanda tanya tentang siapa dirinya, dari mana asalnya, dan mengapa selalu ada keanehan yang mengikuti langkahnya. Namun, sebuah malam mengubah segalanya. Dalam ketakutan, ia diselamatkan oleh sosok asing yang membawa panas yang membakar dan ketenangan yang menenangkan. Dua hal yang seharusnya bertolak belakang, namun justru terasa akrab. Sejak saat itu, Alenara menyadari ... mungkin ia tak sekadar berbeda. Mungkin ia memang ditakdirkan untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa. *** "Stop crying! You're so noisy that it's giving me a headache." "I'm not crying!" "A crybaby, hm?" "I'm not a crybaby!" "Yes, you are." *** [Series 1] *** This story belongs to the heart that wrote it. © Snowveill 2025. All rights reserved. Do not repost, trace, edit, or use without permission.

More details
WpActionLinkContent Guidelines