Aku Seorang Indigo

Aku Seorang Indigo

  • WpView
    LECTURAS 30
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida mié, jun 19, 2019
"hiks.. Mama.... Jean takut ma... Mama dimana? Tolong jemput Jean ma..." Bocah kecil dengan rambut diikat dua sedang menangis sambil berjongkok mendekap kedua lututnya yang telah basah karena air matanya. "hei, kenapa kamu menangis?" Seorang gadis kecil dengan gaun putih, rambut cokelat dikepang, dan warna kulitnya yang putih pucat menghampiri Jean yang sedang menangis "J-Jean terpisah dari mama, sekarang Jean tidak tau jalan pulang" Jean menghapus air matanya dan menatap gadis kecil yang sedang berdiri dihadapannya "jangan takut, namaku Caca. Aku tau jalan ke arah rumah-mu, Jean." Jean nampak terkejut dengan apa yang telah di katakan Caca "A-apa? Bagaimana Caca tau jalan menuju rumah Jean?" Jean berdiri dan menatap wajah Caca yang sedikit lebih tinggi darinya "Karena selama ini aku memang selalu ada bersama-mu, Jean"
Todos los derechos reservados
#651
indigo
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Case
  • Crime Psychopath 『完』
  • Little Girl : Love Story Begins [END]
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Is He A Psychopath?
  • Aleysia Heaven [Complete]
  • ANYELIR (END)
  • Vìřģøųñđ || End✔
  • Delicate [Sudah Terbit] ✔
The Case

Laki-laki itu menengadahkan kepalanya, menatap langit malam yang pekat tidak berbintang, tampak kelam dan bagai dihuni kejahatan. disampingnya, duduk seorang gadis berjas dokter lengkap dengan stetoskop tergantung dilehernya, ikut mendongak mengikuti arah pandangan Jungkook. "kau tau kenapa langit begitu gelap malam ini? tak ada bintang yang menghiasinya seperti biasa." Jungna menurunkan kepalanya, berhenti menatap keatas berganti pada laki-laki yang kini juga menatapnya. "karena dunia juga dipenuhi kegelapan." jawaban itu keluar dengan lugas tanpa ada hambatan dari bibir Jungkook. si gadis tercenung,"kenapa kau mengatakan hal itu?" tanyanya penasaran. "kau bertanya padaku, jadi itulah jawaban menurut ku." dengan anggukan kecil Jungna merespon, namun ketidak puasaan belum timbul dihatinya. "alasanmu itu tidak cukup untuk meyakinkanku." Jungkook menyandarkan punggungnya pada tembok bangunan minimarket, tangannya mengangkat sekaleng minuman soda dan kemudian meneguknya. gadis itu tampak sabar menunggu repond dari laki-laki tersebut. hingga cairan mengigit lidah itu menghilang dari mulutnya, Jungkook tak kunjung menjawab, dia justru berdiri yang spontan diikuti Jungna. "yak! kau mau kemana jungkook-ah? apa alasanmu mengatakan kalau dunia ini dipenuhi kegelapan." "kau seharusnya sudah tau Jungna-ah, dunia memang dipenuhi kegelapan, banyak makhluk yang berpikiran picik yang tinggal didalamnya. dan kau bisa menganggapku salah satunya." ia terdiam dengan ekspresi bingung, Jungkook tersenyum tipis kemudian kembali melanjutkan perkataannya. "kasus yang sering terjadi, menimpa banyak orang dan memakan banyak korban. satu orang dapat melenyapkan banyak nyawa, dan dibalik kejadian mengerikan itu, ada beberapa kelompok yang hidup tergantung padanya." "siapa?" tanya Jungna semakin dibuat penasaran. "aku, mereka, dan juga kau." ~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~- Cerita FANFICTION. cast : Jeon Jungkook menggunakan bahasa baku. Start= 23-april-2020

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido