The Beauty And The Past

The Beauty And The Past

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 17, 2019
Gisella farnazia cewek yang dianggap paling sempurna sejagat raya ini ternyata memiliki hal yang ia sembunyikan. "Ngapain lu disini?" Muak gue liat cowok yang hanya mandang luarnya itu. "Tentu saja aku ada disini dan bukankah sudahku katakan kau milikku dan hanya akan jadi milikku seorang" tegas wildan. "Milik lu, elu kira gue barang apa" Apakah mereka akan dipersatukan? Atau malah mereka akan berpisah? Mau tau kisahnya? Langsung di cek aja yuk kisahnya.....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Kinjirareta Futari [END]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Warna Favorit
  • REMEMBER YOU
  • GIFA
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • And You
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • Insecure [REVISI]

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines