WORM!
  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 6, 2014
WpInfo
Fanfic
1Direction
Dua cacing. Satu tujuan. _______________________ Larry dan Izzy adalah dua cacing yang berbeda. Izzy adalah cacing yang paling mudah panik dan cemas, sedangkan Larry adalah cacing yang kalem dalam segala situasi. Tetapi situasi satu ini membuat mereka berdua panik. Makanan habis secara tiba-tiba. Air memenuhi lubang cacing. Teman-teman mereka menghilang secara misterius. Rasanya seperti kiamat bagi para cacing. Jadi, mereka berkelana melewati berbagai macam rintangan untuk mencari tempat tinggal baru yang mempunyai sumber makanan yang tidak akan habis dan terlebih utama, aman dari predator cacing. Ikuti perjalanan dua cacing ini, dan jadilah cacing! Oke, kalian gak perlu jadi cacing. Vomment please~
All Rights Reserved
#7
larry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • I Was The Evil Witch
  • PATIENCE 2 ♡ TAMAT ♡
  • Villainess Illusion
  • Antagonist Princess [SUDAH TERBIT]
  • When an Antagonist becomes Heroine
  • Paradoks Rasa
  • Villain : I'am the Main Character {END}

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines