Story cover for WORM! by AngeLiger27
WORM!
  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado jul 06, 2014
Dua cacing. Satu tujuan. 
_______________________

Larry dan Izzy adalah dua cacing yang berbeda. Izzy adalah cacing yang paling mudah panik dan cemas, sedangkan Larry adalah cacing yang kalem dalam segala situasi. 

Tetapi situasi satu ini membuat mereka berdua panik. Makanan habis secara tiba-tiba. Air memenuhi lubang cacing. Teman-teman mereka menghilang secara misterius. 

Rasanya seperti kiamat bagi para cacing. 

Jadi, mereka berkelana melewati berbagai macam rintangan untuk mencari tempat tinggal baru yang mempunyai sumber makanan yang tidak akan habis dan terlebih utama, aman dari predator cacing. 

Ikuti perjalanan dua cacing ini, dan jadilah cacing!

Oke, kalian gak perlu jadi cacing. 
Vomment please~
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir WORM! a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#30daun
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
I Was The Evil Witch de VallinWan
65 partes Concluida
COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on
Mimoser | GxG de ArDoe6
81 partes Concluida Contenido adulto
SAPPHIC AREA!! GXG! WLW! LESBIAN! QUEER! HOMO EROTIC!! AREA KHUSUS DEWASA!! 🚫 BIJAKLAH DALAM MEMBACA. DON'T BE A SILENT READER, RESPECT AND SUPPORT SOMEONE WHO GIVES YOU PLEASURE THROUGH THE WRITES. Lahir dan besar di tanah yang menggaungkan aturan serta norma; berkelut kemunafikan, serta amoral disetiap selipan yang terabaikan dunia. Malena dan Laura, dengan awal kisah kehidupan yang berbeda, jalan hidup tak serupa. Mereka terekspose pada keterpurukan yang mirip, hingga menyatukan pada takdir penuh luka diantara kekaguman dan hasrat. Dunia sapphic yang rentan nan indah, basah dan sangat menggairahkana, ternyata mampu menciptakan melodi rumit penuh harmoni berlabel seni kehidupan. Laura selayaknya api yang berkobar begitu panas dan sulit untuk dikendalikan, bahkan oleh dirinya sendiri. Membakar apa saja yang ada di hadapan, menghancurkan mereka dalam siksaan sesat yang dianggap sebuah 'kenikmatan' tak terlupakan; waktu berpegang sementara. Malena seperti padang yang dingin; ketakutan oleh berbagai hal, namun tidak dapat melerai keinginan api untuk coba melahapnya secara perlahan, sebab tak ayal membutuhkan kehangatan yang telah lama hilang dari hidupnya. Lavender dan bunga Matahari yang terjebak diantara duri menyakitkan, berusaha memakan apa saja yang bisa tersuapkan Mereka begitu kontras dengan masing-masing, tetapi keinginan begitu besar diantara keteguhan yang akhirnya memaksa untuk berubah oleh keadaan. Mereka berbicara atas pengharapan, menunggu pada takdir. Chapter End. Copyright@2025
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
I Was The Evil Witch cover
Paradoks Rasa cover
Mimoser | GxG cover
Villain : I'am the Main Character {END} cover
KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan) cover
Lightshadow  cover
When an Antagonist becomes Heroine cover
Antagonist Princess [SUDAH TERBIT] cover

I Was The Evil Witch

65 partes Concluida

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on