Oh My Destiny

Oh My Destiny

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 3, 2019
Yang aku tahu, aku hanyalah manusia yang tak berguna. Aku tak pernah diterima siapapun, bahkan untuk berada di sisi paling gelap yang dimiliki seseorang sekalipun. Mereka yang berada di sekitarku.. Hanyalah menginginkan sesuatu dariku. Aku tak perlu siapapun untuk alasan apapun, karenanya semua akan berakhir sama. Pengkhianatan. Hingga pada akhirnya.. Aku kehilangan kekuatanku untuk berdiri kokoh dan memutuskan untuk mengakhiri hidupku yang sedari awal memang sudah tak berguna. Dia datang.. Dengan alasan yang sukar untuk ku pahami. Dia hadir.. Menjadi penopang di saat aku tak memiliki sandaran. Dia berkata.. Takkan pernah meninggalkanku. Mengucapkan sebuah janji yang akan ia ikat sampai mati..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Still The Same
  • BETWEEN
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Heal Me!
  • Pelukan Terakhir
  • ANAK YANG DI LANGGAR

WARNING!! Adults Only! Terdapat banyak kata-kata kasar dan adegan kekerasan! Mohon bijaklah memilih bacaan. ** Ketika kau dikhianati oleh dua orang yang kau percaya sekaligus, orang yang dipercaya sebagai cinta pertamamu dan seseorang yang kau yakini sebagai cinta terakhirmu. Ketika aku yakin cinta adalah hal yang paling sempurna di dunia karena menghadirkan keluarga bahagia untukku dan adikku. Tapi kenyataan menamparku dengan keras saat tahu pria yang paling aku cintai dan hormati yang seharusnya ku panggil ayah memilih wanita lain dan meninggalkan ibuku, aku dan adikku dalam kehancuran. Kami dikhianati dan dibohongi. Dan ketika semua itu belum cukup menghancurkanku. Seorang lagi yang aku anggap akan ada di sampingku selamanya dan menopangku juga melakukan hal yang sama. Dia memilih bersama anak wanita penghancur rumah tangga orang tuaku, dan meninggalkanku. Di sana lah aku merasa asing dan melihat dunia seperti bahagia berperang menghianatiku. Yang ku tahu setelahnya tidak ada yang namanya cinta, itu hanya ilusi yang diciptakan manusia untuk menciptakan dunia penuh sandiwara. Kenyataan hanya obsesi dan napsu yang berkuasa. Kalau pun cinta ada, itu hanya dimiliki oleh mereka yang lemah. Dan, Aku? aku memilih untuk tidak menjadi lemah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines