Oh My Destiny

Oh My Destiny

  • WpView
    GELESEN 15
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Juni 3, 2019
WpInfo
Belletristik
Romantik
Yang aku tahu, aku hanyalah manusia yang tak berguna. Aku tak pernah diterima siapapun, bahkan untuk berada di sisi paling gelap yang dimiliki seseorang sekalipun. Mereka yang berada di sekitarku.. Hanyalah menginginkan sesuatu dariku. Aku tak perlu siapapun untuk alasan apapun, karenanya semua akan berakhir sama. Pengkhianatan. Hingga pada akhirnya.. Aku kehilangan kekuatanku untuk berdiri kokoh dan memutuskan untuk mengakhiri hidupku yang sedari awal memang sudah tak berguna. Dia datang.. Dengan alasan yang sukar untuk ku pahami. Dia hadir.. Menjadi penopang di saat aku tak memiliki sandaran. Dia berkata.. Takkan pernah meninggalkanku. Mengucapkan sebuah janji yang akan ia ikat sampai mati..
Alle Rechte vorbehalten
#868
umum
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Where am I?
  • BETWEEN
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • Pelukan Terakhir
  • Still The Same

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien